55tv.co.id – Tantangan keterbatasan jaringan pipa bukan lagi penghalang bagi dunia usaha untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi. Melalui terobosan layanan Compressed Natural Gas (CNG), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, melalui anak usahanya PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), kini membuka jalan bagi pelanggan komersial di Yogyakarta dan sebagian wilayah Jawa Tengah bagian selatan untuk menikmati energi bersih ini.

Related Post
Berbeda dengan metode penyaluran tradisional melalui pipa, skema CNG memungkinkan gas bumi dikompresi, kemudian diangkut, dan didistribusikan langsung ke pelanggan menggunakan moda transportasi non-pipa. Pendekatan inovatif ini memberikan fleksibilitas luar biasa bagi PGN Gagas untuk menjangkau berbagai lokasi yang sebelumnya belum terhubung dengan infrastruktur pipa gas bumi.

Di kota pelajar Yogyakarta, adopsi CNG menunjukkan pertumbuhan signifikan, terutama dalam memenuhi kebutuhan energi sektor perhotelan, restoran, dan kafe (Horeka). Saat ini, volume penyaluran CNG PGN Gagas untuk skema point-to-point di wilayah Jawa Tengah bagian selatan telah mencapai angka fantastis sekitar 74.000 meter kubik setiap bulannya.
Direktur Utama PGN Gagas, Santiaji Gunawan, menjelaskan bahwa pengembangan CNG di Jawa Tengah bagian selatan, termasuk Yogyakarta, mengusung dua skema utama: klastering dan point-to-point. "Kami menargetkan skema klastering pada sektor Horeka, sehingga pengiriman CNG dapat dilakukan secara lebih efisien kepada sejumlah pelanggan dalam satu kawasan," ujarnya di Yogyakarta.
Melalui skema point-to-point, CNG dapat disalurkan langsung dari fasilitas pengisian menuju pelanggan sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka. Sementara itu, skema klastering memungkinkan beberapa pelanggan yang berada dalam satu area geografis untuk dilayani secara lebih terintegrasi, menciptakan efisiensi logistik yang lebih baik. Model distribusi ini menjadi salah satu strategi PGN Gagas untuk memperluas akses gas bumi tanpa harus menunggu pembangunan jaringan pipa yang memakan waktu.
Pengembangan CNG juga menawarkan keuntungan besar bagi pelaku usaha dalam memilih sumber energi yang paling sesuai dengan operasional mereka. Bagi sektor Horeka, yang membutuhkan pasokan energi secara konsisten setiap hari, ketersediaan pasokan yang stabil dan efisiensi biaya menjadi faktor krusial dalam menentukan pilihan bahan bakar.
Lebih jauh, pemanfaatan CNG kini merambah sektor pelayanan publik. Di Magelang, Jawa Tengah, CNG telah diandalkan untuk mendukung operasional salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Gas bumi ini digunakan untuk proses memasak sekitar 1.500 hingga 2.000 porsi MBG setiap harinya. Pemanfaatan ini membuktikan fleksibilitas CNG dalam mendukung beragam kebutuhan energi, termasuk fasilitas yang memerlukan pasokan bahan bakar rutin untuk kegiatan operasionalnya.










Tinggalkan komentar