55tv.co.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia baru-baru ini membeberkan detail ambisius terkait rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya 100 Gigawatt peak. Proyek raksasa ini merupakan visi Presiden Prabowo Subianto yang akan digarap secara progresif selama tiga tahun ke depan demi mewujudkan kemandirian energi nasional.

Related Post
Inisiatif monumental ini akan dimulai dengan fase awal pembangunan PLTS di sejumlah wilayah strategis. Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Bali Bangka Belitung dan Kepulauan Riau menjadi lokasi pertama dengan total kapasitas mencapai 53 GWp. Percepatan program ini merupakan respons langsung terhadap instruksi Presiden untuk mengoptimalkan potensi sumber daya energi domestik sekaligus mencapai kedaulatan energi penuh bagi Indonesia. Bahlil menegaskan peluncuran masif program ini akan dilakukan di Bali pada Selasa 25 Agustus 2026 mendatang.

Pemerintah telah menyiapkan strategi implementasi yang cermat untuk proyek 100 GWp ini membuka peluang partisipasi baik dari badan usaha swasta maupun entitas pemerintah. Skema Independent Power Producer (IPP) akan menjadi prioritas utama. Jika investor mampu menawarkan harga listrik yang kompetitif proyek akan diserahkan kepada IPP. Namun apabila penawaran harga tidak memenuhi standar kompetitif atau tidak ada minat dari pihak swasta pemerintah tidak akan ragu mengambil alih pengerjaan melalui Danantara. Pendekatan ini dirancang untuk memastikan efisiensi efektivitas dan keterjangkauan biaya sesuai arahan Presiden.
Mega proyek PLTS ini diperkirakan menelan investasi fantastis sekitar 73 miliar dolar AS atau setara lebih dari 1140 triliun rupiah. Lebih dari sekadar angka investasi program ini diproyeksikan akan menjadi motor penggerak ekonomi dengan potensi menciptakan sekitar 552 juta lapangan kerja. Selain itu inisiatif ini juga diharapkan mampu menghadirkan penghematan subsidi energi yang signifikan mencapai 739 triliun rupiah setiap tahunnya.










Tinggalkan komentar