Peluang Emas Proyek PLTS Triliunan Dibuka

Peluang Emas Proyek PLTS Triliunan Dibuka

55tv.co.id – Pemerintah Indonesia bersiap membuka babak baru dalam pengembangan energi terbarukan di tanah air. Sebanyak tujuh proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berskala besar siap ditawarkan kepada perusahaan pembangkit listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP) melalui mekanisme tender yang kompetitif. Ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat transisi energi dan menarik investasi masif.

COLLABMEDIANET

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa proyek-proyek PLTS ini akan diprioritaskan bagi IPP yang mampu menyajikan penawaran harga paling kompetitif. Namun, jika minat dari sektor swasta kurang atau harga yang diajukan tidak memenuhi standar efisiensi, pemerintah tidak akan ragu untuk mengambil alih pembangunan. Skema ini akan dijalankan melalui entitas Danantara, dengan jaminan pembiayaan yang efektif, efisien, dan terjangkau bagi negara. Pernyataan ini disampaikan Bahlil dalam sebuah acara peresmian pembangunan PLTS 100 GWp di Kabupaten Jembrana Bali baru-baru ini.

Peluang Emas Proyek PLTS Triliunan Dibuka
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Deretan proyek PLTS yang telah siap untuk dilelang mencakup lokasi-lokasi strategis dengan potensi energi surya yang melimpah. Di antaranya adalah PLTS Purwakarta berkapasitas 69 MWp yang akan memanfaatkan lahan Bank Tanah, disusul oleh PLTS Jatiluhur dengan daya fantastis 1.688 MWp, serta PLTS Cirata yang tak kalah besar mencapai 1.250 MWp. Selain itu, ada juga PLTS Jatigede 636 MWp, PLTS Madura 605 MWp, PLTS Gilimanuk 300 MWp, dan PLTS Buleleng 118 MWp yang masuk dalam daftar prioritas pemerintah.

Program ambisius percepatan pembangunan PLTS hingga mencapai total 100 GWp ini merupakan salah satu agenda utama pemerintah yang juga disinggung dalam pidato pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN). Proyek kolosal ini diperkirakan akan menelan total investasi sekitar 73 miliar dolar Amerika Serikat, atau lebih dari 1.140 triliun rupiah.

Bahlil menambahkan bahwa integrasi PLTS dengan sistem penyimpanan energi baterai atau Battery Energy Storage System (BESS) bukan hanya tentang keberlanjutan lingkungan. Kombinasi teknologi ini diproyeksikan mampu menghasilkan efisiensi subsidi energi hingga 73,9 triliun rupiah setiap tahunnya. Angka ini jauh lebih hemat dibandingkan dengan ketergantungan pada pembangkit listrik konvensional berbahan bakar gas, uap, maupun diesel yang selama ini banyak digunakan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar