55tv.co.id – Konsumen bahan bakar minyak di seluruh Indonesia kembali menanti dengan cemas pengumuman harga terbaru dari Pertamina. Jelang September 2026, tepatnya pada Rabu 26 Agustus 2026, perhatian tertuju pada fluktuasi harga minyak mentah dunia yang kini bertengger di kisaran 92 dolar AS per barel untuk jenis Brent dan 85 dolar AS per barel untuk WTI. Pergerakan harga komoditas global ini, ditambah dengan dinamika kurs Rupiah, menjadi penentu utama penyesuaian harga BBM non-subsidi yang biasanya diumumkan setiap tanggal 1 bulan berjalan.

Related Post
Kabar gembira sempat menyapa masyarakat pada 1 Agustus 2026 lalu, ketika Pertamina Patra Niaga memutuskan untuk memangkas harga sejumlah jenis BBM non-subsidi. Penurunan ini meliputi Pertamax yang kini dibanderol Rp15.950 per liter, dari sebelumnya Rp16.250 atau turun Rp300. Tak hanya itu, Pertamax Turbo juga mengalami koreksi signifikan, menjadi Rp18.300 per liter dari harga sebelumnya Rp19.300, alias anjlok Rp1.000. Sementara itu, Pertamax Green juga ikut turun menjadi Rp16.600 per liter dari Rp17.000.

Namun, tidak semua jenis BBM mengalami penyesuaian. Harga Dexlite dan Pertamina Dex tetap stabil di angka masing-masing Rp19.700 per liter dan Rp21.150 per liter. Untuk BBM bersubsidi, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga hingga akhir tahun 2026. Dengan demikian, harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar subsidi Rp6.800 per liter, memberikan kepastian bagi jutaan pengguna di Tanah Air. Semua mata kini tertuju pada pengumuman resmi Pertamina yang akan datang, menanti apakah tren penurunan akan berlanjut atau justru berbalik arah.










Tinggalkan komentar