Bukan Hanya El Nino Ini Biang Kerok Karhutla

Bukan Hanya El Nino Ini Biang Kerok Karhutla

55tv.co.id – Bahaya kebakaran hutan dan lahan atau karhutla kini semakin mengancam Indonesia. Musim kemarau yang panjang, ditambah kondisi lahan yang mengering, menciptakan situasi rawan yang menuntut perhatian serius. Para ahli mengingatkan bahwa pencegahan karhutla tak cukup hanya dengan memadamkan api, ada faktor lain yang jauh lebih krusial.

COLLABMEDIANET

Asep Karsidi, seorang pakar Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sekaligus pengajar Geografi di Universitas Indonesia, menyoroti intensitas kemarau pada Agustus 2026. Data dari BMKG dan NOAA menunjukkan bahwa 76,5% zona musim di tanah air telah memasuki periode kemarau, dengan 90,79% wilayah mengalami curah hujan yang sangat minim.

Bukan Hanya El Nino Ini Biang Kerok Karhutla
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Fenomena El Nino yang kuat, ditambah dengan kecenderungan Indian Ocean Dipole positif dan musim kemarau aktif, secara signifikan mengurangi pembentukan awan dan curah hujan. Akibatnya, vegetasi dan lahan gambut menjadi sangat rentan dan mudah terbakar. Asep menegaskan, meskipun kondisi iklim bukan pemicu awal, namun ia berperan besar dalam mempercepat penyebaran dan memperparah dampak kebakaran yang terjadi.

Menurut Asep, faktor utama pemicu kebakaran justru berasal dari aktivitas manusia, khususnya praktik pembukaan lahan dengan cara membakar. Oleh karena itu, peningkatan kewaspadaan mutlak diperlukan, terutama di daerah-daerah rawan seperti Sumatera Selatan, Riau, Jambi, dan beberapa wilayah di Kalimantan.

Langkah-langkah preventif meliputi pemantauan titik panas secara intensif, patroli rutin, penyiapan sumber daya pemadam yang memadai, serta edukasi menyeluruh tentang penggunaan api yang aman dan bertanggung jawab. Meski demikian, Asep juga mengingatkan adanya pengecualian terbatas dalam undang-undang terkait pembukaan lahan dengan pembakaran yang didasari kearifan lokal masyarakat.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar