55tv.co.id – Sebuah terobosan signifikan dalam sektor pembiayaan hunian terkuak Bank BTN sukses mengucurkan dana fantastis mencapai Rp7,4 triliun melalui skema Kredit Program Perumahan KPP. Inisiatif ini dipandang strategis oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait sebagai katalisator utama bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah UMKM di ekosistem properti untuk melesat ke level berikutnya.

Related Post
Total pembiayaan tersebut terbagi menjadi dua pilar utama yaitu Rp5,4 triliun untuk KPP Supply dan Rp2 triliun untuk KPP Demand. Kedua skema ini dirancang khusus untuk menyokong baik sisi penyedia hunian maupun masyarakat produktif yang membutuhkan dukungan finansial untuk aktivitas usahanya.

Direktur Corporate Banking BTN Helmy Afrisa menegaskan peran vital KPP yang mampu menjangkau dua spektrum sekaligus. Menurutnya program ini tidak hanya memfasilitasi ketersediaan rumah namun juga meningkatkan produktivitas para pelaku usaha sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat secara luas. Pernyataan tersebut disampaikan Helmy dalam sebuah acara sosialisasi yang digelar di Menara BTN Jakarta.
Pada segmen KPP Supply pembiayaan dapat dimanfaatkan oleh pengembang kontraktor hingga pedagang material bangunan dengan plafon pinjaman hingga Rp5 miliar. Sementara itu KPP Demand menawarkan dukungan finansial hingga Rp500 juta bagi UMKM perorangan. Dana ini bisa digunakan untuk membeli membangun atau merenovasi rumah yang berfungsi menunjang kegiatan bisnis mereka.
Helmy menambahkan potensi ekspansi KPP masih sangat menjanjikan. Di wilayah ibu kota dan sekitarnya saja BTN telah mencatat adanya 353 permohonan dengan total nilai plafon mencapai Rp424,944 miliar. Angka ini mencakup 57 permohonan KPP Supply senilai Rp288,970 miliar dan 296 permohonan KPP Demand dengan nilai Rp135,974 miliar. Data ini menjadi indikasi kuat bahwa program pembiayaan perumahan ini memiliki daya tarik besar dan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi pertumbuhan UMKM di Indonesia.








Tinggalkan komentar