Harga Cabai Rawit Meroket Pemerintah Punya Jurus

Harga Cabai Rawit Meroket Pemerintah Punya Jurus

55tv.co.id – Gejolak harga cabai rawit di pasaran nasional kembali memanas memicu kekhawatiran masyarakat. Dengan harga rata-rata mencapai Rp 81.052 per kilogram pemerintah bergerak cepat menyiapkan strategi jitu untuk meredam lonjakan ini dan memastikan ketersediaan pasokan.

COLLABMEDIANET

Data terbaru menunjukkan disparitas harga yang mencolok antar daerah. Sulawesi Utara misalnya mencatat harga cabai rawit fantastis tembus Rp 152.872 per kilogram. Angka ini jauh berbeda dengan Nusa Tenggara Timur yang masih menikmati harga relatif terjangkau di kisaran Rp 56.604 per kilogram. Kesenjangan inilah yang menjadi fokus utama pemerintah untuk segera diatasi.

Harga Cabai Rawit Meroket Pemerintah Punya Jurus
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Untuk menstabilkan kondisi ini Badan Pangan Nasional Bapanas bersama Kementerian Pertanian Kementan mengintensifkan program Fasilitasi Distribusi Pangan FDP. Inisiatif ini terbukti efektif dalam menekan fluktuasi harga cabai di masa lalu dengan memobilisasi komoditas dari daerah surplus ke wilayah yang mengalami defisit pasokan dan harga tinggi.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menegaskan bahwa FDP akan diarahkan ke titik-titik yang paling merasakan dampak dinamika harga dan ketersediaan cabai rawit. "Kami terus berkoordinasi erat dengan Kementan untuk mengidentifikasi wilayah mana yang memiliki pasokan melimpah dengan harga terjangkau agar dapat segera didistribusikan" jelas Ketut.

Pemerintah berencana mencari daerah-daerah penghasil cabai rawit di luar Jawa yang harganya masih relatif stabil. Dari sana pasokan akan digelontorkan ke wilayah yang mengalami tekanan harga signifikan. Para petani unggulan pun akan dilibatkan aktif dalam proses distribusi ini untuk memastikan kelancaran dan efisiensi.

Sebagai bukti efektivitasnya pada triwulan pertama tahun 2026 program FDP telah berhasil mendistribusikan total 5.590 kilogram cabai rawit. Salah satu contoh nyata adalah pengiriman 3.150 kilogram cabai rawit dari Enrekang Sulawesi Selatan langsung menuju Pasar Induk Kramat Jati Jakarta. Langkah-langkah proaktif ini diharapkan mampu menenangkan pasar dan menjaga daya beli masyarakat.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar