55tv.co.id – Kesejahteraan para nelayan di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, kini mengalami lonjakan yang signifikan. Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di wilayah Tongke-Tongke telah menjadi angin segar bagi ekonomi masyarakat pesisir setempat. Berdasarkan data terbaru, pendapatan rata-rata nelayan yang sebelumnya hanya berkisar di angka Rp4 juta per bulan, kini telah melonjak drastis hingga mencapai Rp7 juta per bulan.

Related Post
Peningkatan ekonomi ini tidak lepas dari keberhasilan pengiriman produk perikanan dalam skala besar. Terbaru, KNMP Tongke-Tongke telah mengirimkan 12 ton produk tuna loin menuju Jakarta. Pengiriman ini dilepas langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, bersama Menteri Koperasi, Ferry Juliantono. Produk tuna loin tersebut nantinya akan menjadi bahan baku utama bagi unit pengolahan ikan (UPI) di Jakarta sebelum akhirnya diekspor ke pasar internasional.

Ketua Satgas Operasionalisasi KNMP, Irjen Pol Victor Gustaaf Manoppo, menyatakan bahwa konsistensi pengiriman ikan dari Tongke-Tongke ke luar daerah merupakan bukti nyata telah terbentuknya ekosistem bisnis perikanan yang kuat di wilayah tersebut. Menurutnya, rantai pasok yang terorganisir ini memberikan dampak ekonomi langsung yang sangat positif bagi para nelayan di sekitar lokasi.
"Ini tentu membawa dampak ekonomi yang lebih baik kepada para nelayan sekitar," ujar Victor dalam keterangan resminya.
Sejak mulai dioperasionalkan pada Mei lalu, KNMP di Desa Tongke-Tongke terbukti mampu menghidupkan denyut ekonomi perikanan di Sulawesi Selatan. Salah satu faktor utama pemicu kenaikan pendapatan ini adalah meningkatnya nilai jual ikan tuna di tingkat nelayan. Jika sebelumnya ikan tuna hanya dihargai sekitar Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram, kini harganya melonjak menjadi Rp45.000 per kilogram.
Direktur Pemberdayaan Usaha Ditjen PDSPKP, Ali Rahmat Iman Santoso, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Satgas Operasionalisasi KNMP, mengonfirmasi adanya kenaikan pendapatan yang sangat terasa di masyarakat. Ia menjelaskan bahwa transformasi dari menjual ikan utuh menjadi produk olahan memberikan nilai tambah yang luar biasa.
"Dari yang semula berkisar Rp4 juta per nelayan, kini telah meningkat drastis menjadi Rp7 juta per orangnya," ungkap Ali.
Kehadiran fasilitas di KNMP memungkinkan nelayan tidak lagi sekadar menjual hasil tangkapan mentah, melainkan sudah dalam bentuk produk olahan seperti tuna loin. Hal ini meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas. Sebelum pengiriman 12 ton tuna loin terbaru ini, KNMP Tongke-Tongke tercatat telah berhasil menyalurkan 65 ton produk tuna loin senilai Rp2,54 miliar ke Jakarta melalui kemitraan dengan koperasi setempat. Keberhasilan ini menjadi modal penting bagi pengembangan ekonomi berbasis kelautan di Indonesia di masa depan.










Tinggalkan komentar