Layanan Ketapang Gilimanuk Kembali Normal

Layanan Ketapang Gilimanuk Kembali Normal

55tv.co.id – Dinamika operasional di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk akhirnya mulai menunjukkan titik terang. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bergerak cepat melakukan langkah-langkah strategis guna memulihkan layanan penyeberangan setelah sempat mengalami kendala akibat aksi penyampaian aspirasi oleh sejumlah pengemudi truk pada Sabtu (26/9/2026) lalu.

COLLABMEDIANET

Aksi massa yang terjadi di area pintu keluar Dermaga LCM Pelabuhan Ketapang tersebut sempat memicu ketidakpastian jadwal keberangkatan kapal. Namun, melalui serangkaian mediasi intensif, situasi kini mulai terkendali dan fokus utama saat ini adalah mengurai antrean kendaraan yang sempat menumpuk.

Layanan Ketapang Gilimanuk Kembali Normal
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa seluruh elemen terkait kini tengah bekerja ekstra keras untuk memastikan layanan kembali normal secepat mungkin. Meski mengejar target percepatan, ia menjamin bahwa aspek keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar.

"Setelah tercapai kesepakatan bersama antara pihak pengelola dan perwakilan pengemudi, fokus utama kami adalah normalisasi operasional. Kami berupaya mengurai antrean secara bertahap dengan mengoptimalkan seluruh kapasitas kapal yang tersedia," ungkap Heru dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (27/9/2026).

Menurut Heru, salah satu kunci percepatan ini adalah dengan mempercepat siklus pelayanan kapal serta melakukan pengaturan muatan yang lebih presisi. Hal ini dilakukan agar setiap kapal dapat beroperasi sesuai dengan karakteristik dan kapasitas maksimalnya tanpa mengabaikan prosedur keamanan.

Aksi unjuk rasa yang dimulai sekitar pukul 14.15 WIB tersebut baru berakhir pada pukul 20.00 WIB setelah adanya komunikasi yang efektif. Dalam proses penyelesaian masalah tersebut, ASDP tidak bekerja sendiri. Mereka melakukan koordinasi lintas sektoral dengan melibatkan KSOP Tanjung Wangi, BPTD, KP3, GAPASDAP, INFA, hingga berbagai asosiasi pengguna jasa penyeberangan lainnya.

Untuk mencegah penumpukan kembali, ASDP menerapkan strategi distribusi kendaraan yang lebih teratur. Kendaraan berat dengan muatan di atas 30 ton kini diarahkan khusus untuk menggunakan kapal-kapal jenis LCM. Sementara itu, kendaraan dengan bobot di bawah 30 ton dialihkan ke kapal MB 1, 2, 3, dan 4. Pembagian ini bertujuan agar distribusi beban tidak menumpuk pada satu jenis kapal saja, sehingga efisiensi waktu sandar dapat tercapai.

Senada dengan hal tersebut, General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, menambahkan bahwa pihaknya terus memantau secara ketat setiap proses di lapangan. Mulai dari proses kapal bersandar, proses pemuatan barang dan penumpang, hingga keberangkatan kapal, semuanya dipacu untuk lebih cepat namun tetap mengikuti standar operasional prosedur yang ketat. Langkah ini diharapkan dapat memberikan rasa nyaman bagi para pengguna jasa yang ingin menyeberang menuju Bali.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar