Era Baru Transaksi Digital QRIS Meledak

Era Baru Transaksi Digital QRIS Meledak

55tv.co.id – Fenomena pergeseran gaya hidup masyarakat Indonesia dalam bertransaksi kini memasuki babak baru yang sangat signifikan. Penggunaan uang tunai yang dahulu menjadi primadona dalam setiap aktivitas ekonomi, perlahan mulai ditinggalkan seiring dengan masifnya penetrasi teknologi pembayaran digital. Salah satu instrumen yang menjadi motor penggerak utama dalam transformasi ini adalah Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS.

COLLABMEDIANET

Data terbaru menunjukkan bahwa ekosistem pembayaran digital di tanah air sedang mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Hingga periode Juni 2026, tercatat volume transaksi melalui QRIS telah mencapai angka yang fantastis, yakni 12,55 miliar kali transaksi. Jika dikonversikan ke dalam nilai rupiah, angka tersebut menyentuh angka Rp1,12 kuadriliun. Capaian ini menunjukkan lonjakan yang sangat tajam sebesar 93,92 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Era Baru Transaksi Digital QRIS Meledak
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menekankan bahwa tren ini bukan sekadar tentang kemudahan dalam membayar belanjaan. Lebih dari itu, percepatan digitalisasi nasional harus diarahkan untuk menciptakan dampak nyata bagi struktur ekonomi negara. Fokus utamanya bukan hanya pada aspek teknis transaksi, melainkan bagaimana konektivitas digital dapat menjadi mesin penggerak produktivitas, perdagangan, investasi, hingga meningkatkan inklusi ekonomi di seluruh lapisan masyarakat.

Rizal Edwin, selaku Analis Kebijakan Ahli Utama Kemenko Perekonomian, menjelaskan bahwa digitalisasi harus mampu memperkuat daya saing ekonomi Indonesia di kancah global. Dengan sistem yang terintegrasi, ekonomi nasional diharapkan tidak hanya tumbuh secara angka, tetapi juga secara kualitas melalui penguatan sektor-sektor strategis.

Menariknya, dominasi penggunaan QRIS tidak hanya dikuasai oleh korporasi besar, melainkan justru menjadi tulang punggung bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hingga pertengahan tahun 2026, ekosistem QRIS telah merangkul sekitar 65,77 juta pengguna dan 44,86 juta merchant. Dari total merchant tersebut, sebanyak 96,68 persen merupakan pelaku UMKM. Hal ini membuktikan bahwa teknologi digital telah berhasil merambah hingga ke lapisan ekonomi akar rumput.

Kehadiran QRIS memberikan angin segar bagi UMKM karena mampu memangkas biaya transaksi, mempermudah akses terhadap pembiayaan perbankan, serta membuka peluang ekspansi pasar yang lebih luas. Selain itu, jangkauan QRIS kini tidak lagi terbatas di dalam negeri. Melalui implementasi QRIS Antarnegara, masyarakat Indonesia kini dapat bertransaksi dengan mudah saat berkunjung ke Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, hingga Tiongkok.

Rencana ekspansi ini pun terus berlanjut dengan target menyasar Hong Kong dan Timor-Leste dalam waktu dekat. Integrasi lintas batas ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi produk-produk UMKM lokal untuk menembus pasar internasional, sekaligus memperkuat sektor pariwisata dan arus investasi di kawasan regional. Dengan demikian, digitalisasi pembayaran menjadi pintu masuk utama bagi integrasi ekonomi yang lebih solid di Asia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar