55tv.co.id – Badan Pengelola Investasi Danantara tengah menyiapkan langkah strategis besar untuk mentransformasi model bisnis PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo. Fokus utama dari perubahan ini adalah mendorong Pelindo agar tidak lagi sekadar menjadi penyedia lahan atau landlord bagi pihak ketiga, melainkan bertransformasi menjadi operator pelabuhan yang tangguh dan mandiri.

Related Post
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya konsolidasi besar-besaran dan penataan ulang struktur bisnis di bawah naungan Danantara. Selama ini, pola bisnis Pelindo dinilai masih cenderung pasif, di mana perusahaan lebih banyak berperan sebagai pengelola aset dan penyedia kawasan pelabuhan, sementara operasional teknis di lapangan lebih banyak dikuasai oleh perusahaan lain.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa perubahan paradigma ini sangat krusial bagi masa depan logistik nasional. Menurutnya, Pelindo harus mampu mengambil peran yang lebih dominan dalam rantai pasok melalui pengoperasian pelabuhan secara langsung.
"Model bisnis Pelindo yang paling krusial ke depannya adalah bagaimana mereka bisa menjadi perusahaan operator pelabuhan (port operator) yang handal. Kami ingin Pelindo benar-benar menguasai operasionalnya," ujar Dony saat memberikan keterangan di Istana Negara, Rabu (30/9/2026).
Dony menjelaskan bahwa kondisi saat ini menunjukkan mayoritas pelabuhan di Indonesia masih dioperasikan oleh pihak ketiga. Hal ini menyebabkan potensi pendapatan dan kendali operasional perusahaan tidak maksimal. Dengan mengubah model bisnis menjadi operator, Pelindo diharapkan dapat meningkatkan efisiensi layanan dan memperkuat posisi tawar dalam industri maritim global.
Transformasi ini tidak hanya dirancang untuk memperkuat dominasi di pasar domestik. Danantara memiliki visi jangka panjang yang jauh lebih ambisius, yakni membawa Pelindo merambah pasar internasional. Pelindo diharapkan memiliki kapabilitas teknis dan manajemen yang setara dengan operator pelabuhan kelas dunia.
"Target kami tidak hanya terbatas pada pasar lokal saja. Kami ingin melihat Pelindo mampu mengoperasikan pelabuhan di luar negeri. Inilah esensi dari perubahan model bisnis yang sedang kami dorong," tambah Dony.
Jika rencana ini berhasil diimplementasikan, Pelindo tidak hanya akan menjadi raksasa penyedia lahan di tanah air, tetapi juga menjadi pemain kunci dalam perdagangan global. Transformasi ini diharapkan mampu menekan biaya logistik nasional yang selama ini masih menjadi tantangan besar bagi daya saing ekonomi Indonesia di kancah internasional. Melalui penguatan peran sebagai operator, Pelindo diprediksi akan memiliki arus kas yang lebih stabil dan kemampuan ekspansi yang lebih agresif di masa mendatang.










Tinggalkan komentar