55tv.co.id – Rencana pengelolaan dana besar melalui badan pengelola investasi baru, Danantara, kini tengah menjadi pusat perhatian publik. Salah satu poin krusial yang menjadi pertanyaan adalah mengenai aliran keuntungan atau dividen yang dihasilkan oleh lembaga tersebut. Menanggapi isu yang berkembang, Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, memberikan klarifikasi tegas terkait arah kebijakan keuangan lembaga tersebut.

Related Post
Dony menyatakan bahwa hingga saat ini, Danantara tidak memiliki rencana untuk menyetorkan keuntungan dalam bentuk dividen langsung ke kas negara. Hal ini mematahkan spekulasi yang sempat beredar mengenai besaran setoran dana yang akan masuk ke anggaran negara melalui mekanisme dividen dari Danantara.

"Sampai sejauh ini belum ada (dividen yang diserahkan ke negara), saya rasa enggak," ujar Dony saat memberikan keterangan di kawasan Istana Negara pada Rabu (30/9/2026).
Menurut Dony, keputusan untuk tidak menyetorkan dividen ke negara bukanlah tanpa alasan. Langkah strategis ini diambil agar seluruh keuntungan yang dikumpulkan oleh Danantara dapat dialokasikan kembali untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional. Sebagai sebuah holding yang mengelola perusahaan-perusahaan besar, Danantara memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan setiap rupiah yang dihasilkan dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat luas.
Dony menjelaskan bahwa keuntungan yang diperoleh akan difokuskan pada beberapa agenda prioritas pemerintah. Salah satu fokus utamanya adalah mendukung program hilirisasi industri yang sedang digalakkan oleh pemerintah. Melalui pendanaan dari keuntungan Danantara, proyek-proyek strategis di sektor hilirisasi diharapkan dapat berjalan lebih masif, yang pada akhirnya akan menciptakan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi Indonesia.
Selain untuk pengembangan usaha dan hilirisasi, dana tersebut juga diproyeksikan untuk menciptakan lapangan kerja baru dalam skala besar. Dengan banyaknya proyek pembangunan dan pengembangan industri yang didanai oleh Danantara, penyerapan tenaga kerja lokal diharapkan meningkat tajam, sehingga mampu menekan angka pengangguran di tanah air.
Lebih lanjut, Dony menambahkan bahwa Danantara juga memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas perusahaan-perusahaan BUMN. Keuntungan yang terkumpul akan digunakan sebagai instrumen penyelamatan bagi perusahaan-perusahaan BUMN yang saat ini tengah menghadapi tantangan atau masalah keuangan. Dengan dukungan modal dari Danantara, perusahaan-perusahaan tersebut diharapkan dapat melakukan restrukturisasi dan kembali tumbuh secara sehat.
Langkah strategis ini menunjukkan bahwa peran Danantara lebih diarahkan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi (growth engine) daripada sekadar sumber pendapatan negara melalui pajak atau dividen. Dengan menginvestasikan kembali keuntungan ke dalam sektor-sektor produktif, Danantara diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan bagi masa depan Indonesia.










Tinggalkan komentar