Ubah Limbah Ikan Jadi Cuan di Pesisir

Ubah Limbah Ikan Jadi Cuan di Pesisir

55tv.co.id – Potensi ekonomi di wilayah pesisir Indonesia kini tengah diarahkan pada jalur yang lebih inovatif melalui strategi hilirisasi. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara serius mendorong transformasi hasil pengolahan ikan, tidak hanya terbatas pada produk pangan, tetapi juga merambah ke sektor produk nonpangan yang memiliki nilai tambah tinggi. Langkah strategis ini diharapkan mampu menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru, sekaligus menjadi solusi atas permasalahan lingkungan di kawasan nelayan.

COLLABMEDIANET

Selama ini, aktivitas penangkapan dan pengolahan ikan seringkali menyisakan residu yang dianggap tidak berguna. Di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu, misalnya, aktivitas pendaratan dan penanganan ikan setiap harinya menghasilkan sekitar 50 hingga 100 kilogram hasil samping. Material seperti kepala ikan, tulang, kulit, sisik, hingga jeroan ikan biasanya hanya berakhir sebagai limbah yang berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan benar.

Ubah Limbah Ikan Jadi Cuan di Pesisir
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Namun, melalui kebijakan hilirisasi ini, limbah-limbah tersebut kini dipandang sebagai "emas tersembunyi". Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Erwin Dwiyana, menjelaskan bahwa material sisa tersebut dapat diolah kembali menjadi produk yang sangat dibutuhkan industri, salah satunya adalah tepung ikan. Tepung ikan ini nantinya akan menjadi bahan baku utama dalam pembuatan pakan ternak maupun pakan ikan.

"Ini bukan sekadar upaya untuk menangani limbah produksi perikanan agar tidak mencemari lingkungan. Lebih dari itu, kita sedang membuka pintu peluang usaha baru di sektor produk nonpangan yang secara langsung dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja di masyarakat pesisir," ungkap Erwin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Untuk mewujudkan visi tersebut, pemerintah tidak bekerja sendirian. Dibutuhkan sebuah ekosistem yang terintegrasi agar rantai nilai ini berjalan mulus. Rencana besar ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pengelola PPN Palabuhanratu, pemerintah daerah, hingga para pelaku usaha perikanan. Selain itu, peran Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBAT) Sukabumi juga sangat krusial sebagai offtaker atau penyerap hasil produksi, serta keterlibatan unit pakan mandiri yang telah bersertifikat Cara Pembuatan Pakan Ikan yang Baik (CPPIB).

Implementasi program ini pada dasarnya mengusung konsep ekonomi sirkular di tingkat lokal. Dalam konsep ini, tidak ada yang terbuang sia-sia. Bahan yang sebelumnya dianggap sampah kini kembali masuk ke dalam siklus produksi sebagai bahan baku produk lain. Dengan demikian, perputaran uang tetap berada di lingkungan masyarakat setempat, meningkatkan kesejahteraan nelayan, dan menjaga kelestarian ekosistem laut dari pencemaran limbah organik.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar