Skema Baru Insentif Makan Bergizi Gratis

Skema Baru Insentif Makan Bergizi Gratis

55tv.co.id – Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait perubahan skema pemberian insentif bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kebijakan yang mengubah sistem pemberian dana dari nominal tetap menjadi sistem berbasis porsi ini diambil sebagai langkah strategis untuk menjaga kesehatan fiskal negara.

COLLABMEDIANET

Kepala BGN, Sudaryono, mengungkapkan bahwa perubahan ini merupakan respons terhadap temuan mengenai potensi ketidakefisienan dalam pengelolaan anggaran. Sebelumnya, insentif diberikan dalam jumlah tetap, namun kini diubah menjadi Rp2.000 untuk setiap porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproduksi oleh masing-masing dapur pelayanan.

Skema Baru Insentif Makan Bergizi Gratis
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menurut Sudaryono, sistem baru ini jauh lebih adil dan proporsional. Dengan skema berbasis porsi, setiap unit pelayanan akan menerima imbalan yang sesuai dengan kapasitas produksi mereka. Jika sebuah dapur mampu memproduksi 3.000 porsi dalam sehari, maka mereka akan menerima total insentif sebesar Rp6 juta.

"Jika dapur yang memproduksi sedikit porsi dan dapur yang memproduksi banyak porsi mendapatkan bayaran yang sama, hal itu dianggap sebagai pemborosan anggaran negara. Kami telah melakukan peninjauan mendalam, termasuk melalui koordinasi dengan BPK dan BPKP, untuk memastikan efisiensi ini," ujar Sudaryono saat memberikan keterangan di Jakarta, Senin (5/10/2026).

Langkah berani ini diambil demi memastikan bahwa setiap rupiah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dapat dikelola secara akuntabel. Sudaryono menekankan bahwa fokus utama pemerintah adalah bagaimana anggaran tersebut dapat dikonversi menjadi manfaat nyata bagi kualitas gizi masyarakat, bukan habis pada biaya operasional yang tidak proporsional.

Terkait kekhawatiran mengenai margin keuntungan bagi para mitra penyedia, Sudaryono menjamin bahwa angka Rp2.000 per porsi masih sangat layak. Ia menegaskan bahwa skema ini dirancang agar para mitra tetap mendapatkan keuntungan yang sehat tanpa harus mengambil margin yang berlebihan.

"Dengan nilai Rp2.000 per porsi, investasi yang dilakukan oleh mitra akan terjamin. Mereka tidak akan mengalami kerugian karena volume produksi yang stabil. Namun, perlu dipahami bahwa model bisnis program MBG ini mengandalkan keberlanjutan dan volume, sehingga keuntungan besar secara instan bukanlah tujuan utamanya," tambahnya.

Melalui penyesuaian ini, pemerintah berharap program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan secara jangka panjang dengan fondasi keuangan yang kuat. Efisiensi anggaran diharapkan mampu memperluas jangkauan program sehingga lebih banyak anak sekolah dan kelompok sasaran lainnya yang dapat merasakan manfaat dari program nasional ini.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar