IHSG Terancam Merosot ke Level 5000

IHSG Terancam Merosot ke Level 5000

55tv.co.id – Pasar modal Indonesia tengah menghadapi tantangan besar setelah munculnya proyeksi penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang cukup signifikan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara terbuka mengakui bahwa penurunan indeks hingga menyentuh level 5.000-an sebenarnya telah menjadi salah satu skenario yang telah diantisipasi oleh otoritas sejak lama.

COLLABMEDIANET

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan bahwa proyeksi penurunan ini bukan tanpa alasan. Sejak Februari 2026, internal OJK sebenarnya sudah mulai mendiskusikan kemungkinan terjadinya koreksi tajam tersebut. Hal ini merupakan bagian dari perhitungan risiko yang dilakukan otoritas dalam menghadapi dinamika pasar yang sedang berubah.

IHSG Terancam Merosot ke Level 5000
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menurut Hasan, salah satu pemicu utama yang diprediksi akan menekan pasar adalah agenda reformasi struktural di sektor pasar modal. Langkah besar ini diambil pemerintah dan regulator dengan tujuan utama untuk memperkuat integritas serta transparansi di pasar modal Indonesia. Meski bertujuan baik untuk jangka panjang, proses transformasi ini diyakini akan menimbulkan tekanan atau volatilitas pada pasar dalam jangka pendek.

"Pada saat itu, kami belum bisa mempublikasikan bahwa indeks akan turun hingga ke level 5.000-an. Namun, angka tersebut memang sudah menjadi bahan diskusi intensif di meja kami sejak Februari 2026," ujar Hasan dalam sebuah forum ekonomi di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Namun, tantangan yang dihadapi pasar modal Indonesia ternyata tidak hanya datang dari faktor domestik. Tekanan yang dialami IHSG sepanjang tahun ini semakin diperparah oleh berbagai faktor eksternal yang tidak terduga. Salah satu faktor krusial adalah perubahan pandangan atau outlook dari lembaga pemeringkat internasional ternama seperti Moody’s dan Fitch. Perubahan sentimen dari lembaga global ini memberikan dampak psikologis yang kuat bagi para investor di pasar.

Selain masalah pemeringkatan, situasi geopolitik global juga turut memperkeruh suasana. Kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dinilai telah meningkatkan tensi ketegangan di berbagai belahan dunia. Ketidakpastian geopolitik ini menciptakan efek domino yang merambat ke sektor ekonomi riil.

Hasan menyebutkan bahwa ketegangan global tersebut berdampak langsung pada gangguan distribusi barang secara global, fluktuasi harga komoditas, hingga lonjakan inflasi. Kondisi ini pada akhirnya memberikan tekanan tambahan terhadap nilai tukar rupiah, yang semakin memperberat beban pasar modal di dalam negeri. Kombinasi antara reformasi struktural internal dan guncangan eksternal inilah yang menjadi alasan mengapa IHSG harus berjuang keras untuk mempertahankan posisinya di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar