55tv.co.id – Langkah besar tengah disiapkan oleh pemerintah melalui Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) dan Danantara Indonesia untuk merombak peta kekuatan industri konstruksi nasional. Dalam upaya memperkuat struktur keuangan dan efisiensi operasional, pemerintah menargetkan proses penggabungan atau merger empat perusahaan BUMN karya besar akan rampung pada akhir November 2026 mendatang.

Related Post
Rencana konsolidasi ini bukan sekadar penggabungan aset, melainkan strategi strategis untuk menciptakan raksasa konstruksi yang lebih kompetitif di kancah global. Berdasarkan skema yang telah disusun, keempat perusahaan tersebut akan dikelompokkan menjadi dua entitas baru yang lebih solid.

Kelompok pertama akan menyatukan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI). Sementara itu, kelompok kedua akan menggabungkan PT Nindya Karya (Persero) dengan PT Brantas Abipraya (Persero). Penggabungan ini diharapkan dapat meminimalisir persaingan tidak sehat antar sesama perusahaan pelat merah dalam memperebutkan proyek-proyek strategis nasional.
Kepala BP BUMN yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari agenda besar konsolidasi BUMN karya. Hal ini disampaikan Dony setelah menghadiri acara Investor Daily Summit 2026 di Jakarta pada Kamis (8/10/2026).
"Rencana penggabungan ini akan dilakukan secara bertahap. Fokus utamanya adalah menyatukan Nindya dengan Brantas, serta ADHI dengan PP," jelas Dony kepada awak media. Ia menambahkan bahwa pemerintah memiliki tenggat waktu yang cukup ketat agar proses transisi ini tidak berlarut-larut. "Kami menargetkan paling lambat pada akhir November 2026, proses penggabungan keempat perusahaan tersebut sudah tuntas," imbuhnya.
Namun, di balik target waktu yang ambisius tersebut, terdapat tantangan teknis yang cukup kompleks, terutama mengenai penentuan surviving entity atau entitas yang akan tetap berdiri sebagai pemimpin setelah proses merger selesai. Pemerintah saat ini masih melakukan kajian mendalam untuk menentukan perusahaan mana yang akan menjadi induk dari penggabungan tersebut.
Dony menekankan bahwa penentuan entitas yang bertahan tidak akan dilakukan secara sembarangan. Pemerintah tidak menggunakan pendekatan ukuran aset atau skala perusahaan sebagai satu-satunya indikator. "Kami tidak melihat siapa yang lebih besar atau siapa yang dianggap pemenang. Penentuannya akan melalui pertimbangan berbagai aspek teknis dan strategis," ungkapnya.
Tujuan utamanya adalah agar entitas hasil merger nantinya memiliki kapasitas manajerial, kekuatan finansial, dan keunggulan teknologi yang jauh lebih kuat dibandingkan saat mereka berdiri sendiri-sendiri. Dengan struktur yang lebih ramping dan kuat, BUMN karya diharapkan mampu menghadapi tantangan ekonomi global serta lebih siap dalam mengeksekusi proyek infrastruktur skala masif di masa depan. Melalui langkah ini, Danantara berupaya memastikan bahwa aset negara dikelola secara optimal untuk memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.








Tinggalkan komentar