55tv.co.id – Gelaran prestisius Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan segera berlangsung di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, diprediksi bakal membawa dampak ekonomi yang sangat masif bagi Indonesia. Berdasarkan proyeksi terbaru, ajang balap motor kelas dunia ini diperkirakan mampu menyuntikkan perputaran uang hingga mendekati angka Rp5 triliun ke dalam perekonomian nasional.

Related Post
Penyelenggaraan ajang internasional yang dijadwalkan berlangsung pada 9 hingga 11 Oktober 2026 ini bukan sekadar kompetisi kecepatan di lintasan. Lebih dari itu, MotoGP Mandalika dipandang sebagai motor penggerak utama bagi pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor, mulai dari industri pariwisata, jasa akomodasi, transportasi, hingga pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah setempat.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menekankan bahwa penyelenggaraan MotoGP di Mandalika telah dirancang sedemikian rupa agar tidak hanya memberikan keuntungan sesaat selama balapan berlangsung. Ia menegaskan bahwa dampak positif dari ajang ini harus bersifat berkelanjutan bagi masyarakat luas.
"MotoGP Mandalika bukan sekadar tentang tiga hari balapan di lintasan. Event ini merupakan katalisator penting untuk pengembangan destinasi wisata, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta menggerakkan roda ekonomi lokal secara nyata. Melalui ajang ini, kita juga membawa nama Indonesia dan Mandalika ke panggung global," ungkap Maya dalam sebuah rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Data menunjukkan tren positif yang signifikan setiap tahunnya. Sejak pertama kali digelar pada tahun 2022, antusiasme masyarakat terhadap ajang ini terus melonjak tajam. Hal ini terlihat dari jumlah penonton yang terus meningkat secara konsisten. Jika pada tahun 2023 tercatat sebanyak 102.929 penonton, angka tersebut melonjak menjadi 140.324 orang pada tahun 2025. Peningkatan jumlah penonton ini secara otomatis memperluas cakupan pasar bagi para pelaku usaha di sekitar kawasan Mandalika.
Selain memberikan dampak finansial yang besar, penyelenggaraan tahun kelima ini juga menjadi solusi nyata dalam penyerapan tenaga kerja. Tercatat, ajang ini mampu menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja lokal, yang memberikan dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat di Nusa Tenggara Barat. Tak hanya itu, sebanyak 600 UMKM juga dilibatkan secara aktif dalam ekosistem penyelenggaraan ini, memberikan mereka kesempatan untuk memasarkan produk lokal kepada penonton dari berbagai belahan dunia.
Dengan kombinasi antara lonjakan jumlah wisatawan, penyerapan tenaga kerja yang masif, dan keterlibatan UMKM, MotoGP Mandalika 2026 diharapkan menjadi tonggak sejarah baru dalam industri pariwisata dan olahraga (sport tourism) di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata unggulan di mata dunia.










Tinggalkan komentar