UMKM Diminta Berhenti Pakai Brand Asing

UMKM Diminta Berhenti Pakai Brand Asing

55tv.co.id – Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, mengeluarkan imbauan tegas kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia. Ia meminta para pelaku usaha untuk mulai meninggalkan kebiasaan menggunakan merek atau identitas asing guna menarik minat konsumen. Menurutnya, sudah saatnya produk lokal bangga dengan identitas asli Indonesia agar memiliki daya saing yang kuat di pasar domestik maupun internasional.

COLLABMEDIANET

Budi Santoso menyoroti fenomena di mana banyak pelaku UMKM yang sengaja menggunakan label atau branding ala luar negeri, seperti penggunaan aksara Korea (Hangeul) atau bahasa Inggris, demi menciptakan kesan produk impor. Fenomena ini dianggap sebagai langkah yang kurang tepat karena seolah-olah merendahkan nilai produk lokal itu sendiri. Ia menilai, ada persepsi keliru di kalangan pengusaha bahwa produk dengan identitas asing akan lebih cepat laku dan lebih diminati oleh masyarakat.

UMKM Diminta Berhenti Pakai Brand Asing
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Jangan sampai terjadi seperti itu. Ini sebenarnya adalah bagian dari strategi rebranding yang keliru. Mereka merasa bahwa dengan mengubah branding menjadi produk asing, produk tersebut akan lebih diminati pembeli. Padahal, kualitas produk kita sudah sangat mumpuni," ujar Budi Santoso dalam keterangannya di acara pembukaan Bulan Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) 2026, Kamis (8/10/2026).

Lebih lanjut, Mendag menekankan bahwa produk lokal dengan kualitas yang baik seharusnya mampu bersaing secara sehat tanpa harus meminjam identitas negara lain. Ia melihat banyak produk asli Indonesia yang sebenarnya memiliki kualitas tinggi, namun gagal dikenal sebagai produk lokal karena branding yang digunakan justru mengarah ke identitas asing. Hal ini mengakibatkan potensi pasar produk asli Indonesia tidak tergarap secara maksimal oleh masyarakat sendiri.

Sebagai langkah nyata untuk mengatasi permasalahan ini, Kementerian Perdagangan telah menyiapkan program strategis. Pemerintah berencana memberikan pelatihan serta pendampingan intensif terkait strategi branding bagi para pelaku usaha. Program ini bertujuan untuk mengedukasi UMKM agar mampu menciptakan merek yang kuat, unik, dan mencerminkan jati diri Indonesia namun tetap terlihat modern dan kompetitif.

"Kami akan melakukan edukasi melalui pelatihan gratis. Target kami adalah sekitar 500 pelaku usaha yang akan kami dampingi secara khusus. Program ini akan kami jalankan melalui kolaborasi strategis dengan pihak swasta agar hasilnya lebih maksimal," tambah Budi.

Melalui penguatan merek atau branding ini, pemerintah berharap produk-produk lokal dapat naik kelas. Dengan memiliki identitas yang jelas dan kuat, produk UMKM diharapkan tidak lagi dipandang sebelah mata dan mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri, sekaligus siap untuk merambah pasar global dengan membawa nama besar Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar