55tv.co.id – Gelaran balap internasional yang rutin diselenggarakan di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, tidak hanya menjadi magnet bagi para pecinta otomotif dunia, tetapi juga menjadi panggung emas bagi produk-produk lokal. Lonjakan signifikan jumlah wisatawan mancanegara yang memadati kawasan Lombok saat ajang bergengsi ini berlangsung, dimanfaatkan secara maksimal oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke pasar global.

Related Post
Pada Sabtu (10/10/2026), suasana di sekitar Pertamina Mandalika International Circuit tampak berbeda dari biasanya. Di berbagai sudut strategis, mulai dari area lounge eksklusif hingga zona pengunjung umum, berderet berbagai stan yang memamerkan kreativitas masyarakat lokal. Mulai dari kerajinan tangan yang detail, kain tenun khas daerah, hingga deretan kuliner tradisional yang menggugah selera, semuanya tersaji untuk memanjakan mata dan lidah para tamu mancanegara.

Pemanfaatan momentum ini merupakan bagian dari strategi besar untuk memastikan bahwa kemegahan fasilitas pariwisata kelas dunia di NTB tidak hanya dinikmati oleh penyelenggara atau penonton saja, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar. Kehadiran wisatawan asing menjadi peluang emas bagi UMKM binaan untuk melakukan ekspansi pasar secara langsung melalui interaksi tatap muka.
VP Marketing & Brand Management PT Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, mengungkapkan bahwa penyediaan ruang bagi para pelaku usaha kecil ini adalah bentuk komitmen nyata dalam pemberdayaan ekonomi lokal. Menurutnya, sirkuit internasional harus menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi bagi warga di sekitarnya, bukan sekadar menjadi tempat perlombaan semata.
"Kami ingin keberadaan sirkuit internasional ini memberikan nilai tambah yang nyata bagi perekonomian warga. Produk lokal diberi ruang khusus agar dapat dijangkau dan dikenal langsung oleh pengunjung dari berbagai negara," ujar Heppy saat ditemui di lokasi acara.
Melalui langkah ini, produk-produk lokal seperti kerajinan tangan khas Lombok kini memiliki kesempatan untuk naik kelas. Dengan kualitas yang bersaing, produk-produk tersebut tidak hanya menjadi buah tangan bagi wisatawan, tetapi juga berpotensi mendapatkan pesanan dalam skala besar dari luar negeri. Hal ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi berkelanjutan di kawasan Mandalika, di mana kemajuan infrastruktur pariwisata berjalan beriringan dengan kesejahteraan masyarakat lokal.
Dengan adanya sinergi antara penyelenggara ajang internasional dan pelaku UMKM, Mandalika kini bukan sekadar destinasi balap, melainkan juga etalase budaya dan ekonomi Indonesia yang siap bersaing di kancah internasional.










Tinggalkan komentar