AI Bukan Ancaman Tapi Peluang Kerja Baru

AI Bukan Ancaman Tapi Peluang Kerja Baru

55tv.co.id – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sering kali memicu kekhawatiran di tengah masyarakat mengenai potensi hilangnya berbagai jenis pekerjaan konvensional. Namun, pandangan berbeda disampaikan oleh pemerintah terkait masa depan teknologi ini. Alih-alih menjadi ancaman, AI justru dipandang sebagai katalisator utama yang mampu membuka peluang lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pengetahuan di Indonesia.

COLLABMEDIANET

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa kehadiran AI harus dilihat sebagai sarana untuk meningkatkan keterampilan manusia dan menciptakan ekosistem industri yang lebih modern. Menurutnya, kunci utama dalam menghadapi era digital ini adalah adaptasi dan optimalisasi infrastruktur yang ada untuk mendukung sektor ekonomi kreatif.

AI Bukan Ancaman Tapi Peluang Kerja Baru
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"AI bukan sekadar pengganti pekerjaan, melainkan juga sarana untuk menciptakan lapangan kerja dan keterampilan baru. Itulah sebabnya kita memerlukan dukungan dari Kawasan Ekonomi Khusus seperti Singhasari," ujar Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (25/10/2026).

Airlangga menargetkan agar melalui kolaborasi strategis dan pemanfaatan teknologi masa depan, sektor ekonomi kreatif di Indonesia mampu mencatatkan pertumbuhan hingga angka dua digit. Salah satu langkah konkret yang diambil pemerintah adalah dengan meluncurkan inisiatif Indonesia-India Creative-Tech Corridor. Program ini bertujuan untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif melalui percepatan transformasi digital yang terhubung secara global.

Kerja sama antara Indonesia dan India ini dinilai sangat strategis. Kedua negara memiliki kemiripan dari sisi fondasi sejarah, seni, hingga nilai-nilai filosofis yang kuat. Kedekatan budaya ini diharapkan menjadi modal dasar yang kokoh untuk mempererat kolaborasi di bidang teknologi tinggi serta memperkuat konektivitas digital antar kedua negara.

Menghadapi gelombang teknologi seperti Internet of Things (IoT), machine learning, hingga quantum computing, pemerintah Indonesia tengah bergerak cepat menyiapkan infrastruktur pendukung yang mumpuni. Fokus utama pemerintah saat ini adalah membangun fondasi industri semikonduktor dan penyediaan pusat data (data center) yang handal.

Dalam upaya memperkuat ekosistem desain cip (chip design) di dalam negeri, pemerintah telah menjalin kemitraan dengan perusahaan teknologi global, Arm. Langkah ini diambil untuk mendorong kemandirian industri semikonduktor nasional agar tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain dalam rantai pasok global.

Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan investasi pusat data yang terus melonjak, pemerintah telah menetapkan sejumlah lokasi strategis. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa di Kepulauan Riau, kawasan di Tangerang Selatan, serta wilayah Karawang menjadi fokus utama pengembangan fasilitas tersebut. Pengembangan ini dilakukan dengan standar tinggi, terutama dalam memastikan keandalan pasokan energi dan ketersediaan jaringan serat optik yang stabil guna mendukung operasional teknologi masa depan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar