Strategi Radikal Danantara Kejar Laba Triliunan

Strategi Radikal Danantara Kejar Laba Triliunan

55tv.co.id – Badan Pengelola Investasi Danantara melakukan langkah ekstrem dalam upaya menyelamatkan keuangan negara dari beban perusahaan plat merah yang tidak produktif. Hingga saat ini, Danantara dilaporkan telah menutup dan merampingkan sebanyak 364 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terus mengalami kerugian. Langkah berani ini diambil sebagai bagian dari misi besar untuk menghentikan kebocoran anggaran dan mengejar target laba bersih konsolidasi yang sangat ambisius, yakni mencapai Rp360 triliun pada tahun ini.

COLLABMEDIANET

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa pembersihan massal terhadap entitas anak maupun cucu usaha BUMN ini merupakan bagian dari transformasi korporasi paling masif dalam sejarah Indonesia. Manajemen ingin memastikan bahwa struktur perusahaan negara ke depan hanya diisi oleh entitas yang memiliki daya saing tinggi dan kesehatan finansial yang mumpuni.

Strategi Radikal Danantara Kejar Laba Triliunan
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Dalam forum Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) yang digelar di Jakarta pada Senin (26/10/2026), Dony menjelaskan bahwa proses restrukturisasi ini bertujuan untuk menyederhanakan struktur organisasi yang selama ini dianggap terlalu gemuk dan tidak efisien. Saat ini, terdapat sekitar 1.074 perusahaan yang berada di bawah naungan BUMN, namun Danantara menargetkan jumlah tersebut akan menyusut drastis hingga di bawah 200 entitas saja.

"Kami melakukan restrukturisasi terbesar ini untuk memutus rantai beban masa lalu. Fokus utama kami adalah efisiensi agar target laba bersih konsolidasi sebesar Rp360 triliun tahun ini dapat terealisasi," tegas Dony di hadapan para peserta forum.

Untuk mencapai target tersebut, Danantara menerapkan empat pilar strategi utama dalam menata portofolio perusahaan. Pilar pertama adalah konsolidasi atau merger. Dalam skema ini, sekitar 200 perusahaan akan dilebur berdasarkan kesamaan lini bisnisnya agar tercipta skala ekonomi yang lebih kuat. Sebagai contoh, 23 kawasan industri akan disatukan menjadi satu entitas tunggal, lima manajer investasi akan digabung menjadi satu, serta 60 rumah sakit BUMN akan dikelola di bawah satu induk perusahaan.

Selain itu, sektor perhotelan juga akan mengalami perampingan besar-besaran, di mana 120 hotel BUMN akan dipersatukan dalam satu payung manajemen. Di sektor jasa keuangan, 16 perusahaan asuransi akan diciutkan menjadi hanya tiga jenis utama, yaitu asuransi jiwa, umum, dan kredit. Begitu pula dengan perusahaan sekuritas yang akan dirampingkan menjadi dua entitas saja. Sebagian besar proses merger ini ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.

Pilar kedua adalah likuidasi, di mana sebanyak 213 perusahaan ditargetkan untuk dibubarkan secara permanen karena dianggap tidak lagi memberikan nilai tambah. Hal ini mencakup 50 anak atau cucu usaha dari Telkom serta 124 entitas yang berada di bawah naungan Pertamina. Dengan langkah pembersihan ini, Danantara optimistis dapat menciptakan ekosistem investasi yang lebih sehat dan menguntungkan bagi negara.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar