BNI Cetak Rekor Laba Tertinggi di Kuartal III

BNI Cetak Rekor Laba Tertinggi di Kuartal III

55tv.co.id – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sukses menorehkan prestasi gemilang dalam laporan keuangan terbaru mereka. Perbankan pelat merah ini berhasil membukukan laba bersih mencapai Rp16,1 triliun pada periode kuartal III-2026. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sebesar 6,6% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year on year/yoy).

COLLABMEDIANET

Pencapaian ini bukan sekadar angka biasa, karena BNI berhasil mencatatkan laba operasional sebelum pencadangan atau pre-provision operating profit (PPOP) sebesar Rp27,5 triliun. Jika ditotal, angka PPOP ini melonjak 11,6% secara tahunan. Menariknya, capaian ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan untuk periode kuartal ketiga.

BNI Cetak Rekor Laba Tertinggi di Kuartal III
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari konsistensi perusahaan dalam menjaga kualitas pertumbuhan bisnis. Menurutnya, penguatan fundamental dan manajemen risiko yang ketat menjadi kunci utama di tengah kondisi pasar yang penuh ketidakpastian.

"Di tengah dinamika pasar yang menantang, BNI tetap menjaga momentum pertumbuhan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan disiplin dalam pengelolaan risiko," ujar Putrama dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Salah satu motor penggerak utama pertumbuhan ini adalah ekspansi kredit yang sangat agresif namun tetap terukur. BNI mencatat pertumbuhan kredit sebesar 22,2% secara tahunan, yang membawa total penyaluran kredit menjadi Rp992,5 triliun. Distribusi kredit ini tersebar merata di seluruh segmen pasar, menunjukkan strategi diversifikasi yang berjalan efektif.

Selain itu, kesehatan struktur pendanaan bank juga terlihat semakin solid. Dana murah atau current account savings account (CASA) tumbuh sebesar 19,6% (yoy) menjadi Rp733,7 triliun. Kondisi ini semakin diperkuat dengan membaiknya kualitas aset, di mana rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross berhasil ditekan hingga ke level 1,9%.

Dari sisi pendapatan, BNI mencatatkan pertumbuhan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar 13,6% (yoy) menjadi Rp33,2 triliun. Tidak hanya dari bunga, pendapatan berbasis biaya atau fee-based income juga ikut meroket 8,3% (yoy) menjadi Rp13,9 triliun.

Kinerja positif BNI ini terjadi di tengah kebijakan moneter yang dinamis. Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur pada 20-21 Oktober 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di level 5,75%. Namun, BI juga memberikan angin segar dengan memutuskan penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) secara bertahap mulai November 2026 guna memperkuat likuiditas perbankan.

"Fokus kami adalah memperkuat fundamental dan produktivitas untuk menciptakan pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan," tutup Putrama.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar