Rekor Baru Pengangguran RI Terendah Sejak 1994

Rekor Baru Pengangguran RI Terendah Sejak 1994

55tv.co.id – Kabar baik datang dari sektor ketenagakerjaan Indonesia yang menunjukkan tren pemulihan luar biasa sepanjang tahun 2026. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional kini menyentuh level 4,65 persen. Capaian ini menjadi catatan sejarah penting karena merupakan angka terendah yang pernah diraih Indonesia dalam tiga dekade terakhir, mendekati kondisi ekonomi pada tahun 1994.

COLLABMEDIANET

Penurunan angka pengangguran ini menjadi sinyal kuat bahwa stabilitas ekonomi makro di tanah air tengah berada dalam kondisi yang sangat sehat. Pemerintah menilai bahwa penguatan pada berbagai sektor riil serta iklim investasi yang semakin kondusif menjadi mesin utama di balik terciptanya lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Rekor Baru Pengangguran RI Terendah Sejak 1994
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, memberikan apresiasi terhadap dinamika ketenagakerjaan saat ini. Menurutnya, pemerintah tidak pernah berhenti memantau pergerakan angka pengangguran karena hal tersebut merupakan indikator krusial dalam mengukur kesejahteraan rakyat sekaligus efektivitas kebijakan ekonomi yang telah dijalankan.

"Capaian TPT sebesar 4,65 persen ini merupakan cerminan dari keberhasilan berbagai program pemerintah dalam mendorong sektor riil. Investasi yang masuk juga berperan besar dalam memfasilitasi kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang," ujar Haryo dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Jika menilik sejarah, pencapaian tahun 2026 ini sangat fenomenal jika dibandingkan dengan jumlah penduduk usia produktif saat ini. Pada tahun 1994, angka pengangguran berada di level 4,36 persen dengan jumlah angkatan kerja yang hanya sekitar 83,32 juta orang. Sementara itu, pada tahun 2026, jumlah angkatan kerja Indonesia telah melonjak drastis hingga mencapai 155,41 juta orang.

Artinya, meskipun jumlah pencari kerja meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan era 90-an, kemampuan ekonomi nasional dalam menyerap tenaga kerja justru menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Hal ini membuktikan bahwa struktur ekonomi Indonesia telah bertransformasi menjadi lebih tangguh dalam menghadapi ledakan jumlah angkatan kerja.

Perjalanan menuju angka rendah ini tidaklah mudah. Indonesia sempat mengalami masa-masa sulit di mana angka pengangguran melonjak tajam. Tercatat pada tahun 2005, TPT sempat menyentuh angka 11,24 persen. Kondisi serupa kembali terjadi saat hantaman pandemi COVID-19 melumpuhkan ekonomi dunia pada tahun 2020, yang menyebabkan angka pengangguran naik menjadi 7,07 persen.

Dengan pencapaian saat ini, pemerintah berharap momentum positif ini dapat terus dijaga melalui kebijakan yang pro-investasi dan pemberdayaan UMKM agar daya serap tenaga kerja tetap stabil di masa mendatang.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar