55tv.co.id – Dunia sepak bola selalu penuh dengan kemegahan, tidak terkecuali saat membicarakan penghargaan paling bergengsi bagi pemain terbaik di planet ini, yaitu Ballon d’Or. Setiap tahunnya, jutaan pasang mata tertuju pada momen ketika trofi berbentuk bola berkilau itu diangkat tinggi-tinggi oleh sang pemenang. Namun, di balik kemilau yang memukau mata tersebut, muncul sebuah pertanyaan yang sering menjadi perdebatan di kalangan penggemar: benarkah trofi prestisius ini terbuat dari emas murni?

Related Post
Secara harfiah, nama "Ballon d’Or" memang berasal dari bahasa Prancis yang memiliki arti "Bola Emas". Nama ini seolah-olah menjanjikan sebuah benda yang seluruhnya terbuat dari logam mulia tersebut. Namun, jika kita menilik lebih dalam ke balik layar proses pembuatannya, kenyataannya tidak sesederhana itu. Meskipun tampak sangat mewah, trofi ini bukanlah sebuah bongkahan emas murni yang padat.

Faktanya, bahan utama yang digunakan untuk membentuk bola pada trofi ini adalah kuningan. Kuningan dipilih karena memiliki karakteristik yang sangat baik untuk dibentuk dan memberikan struktur yang kokoh. Setelah dua bagian kuningan dibentuk menyerupai bola, kedua bagian tersebut disatukan melalui teknik pengelasan yang sangat presisi. Setelah bentuknya sempurna, para pengrajin akan menghaluskan seluruh permukaan bola tersebut agar benar-benar mulus sebelum akhirnya masuk ke tahap pelapisan.
Nah, di sinilah letak "keajaiban" visualnya. Setelah permukaan kuningan halus, barulah trofi tersebut dilapisi dengan lapisan emas. Inilah yang memberikan efek kilau luar biasa yang kita lihat di layar televisi. Jadi, meskipun emas menjadi komponen penting yang memberikan estetika mewah, emas tersebut hanyalah lapisan luar yang menyelimuti material kuningan.
Tidak berhenti di situ, bagian alas yang menopang bola tersebut juga memiliki keunikan tersendiri. Alas trofi ini menggunakan material pirit, sebuah mineral yang sering dijuluki sebagai "emas semu" (fool’s gold). Alasan penggunaan pirit adalah karena mineral ini memiliki warna dan kilauan yang sangat menyerupai emas asli, sehingga sangat serasi saat dipadukan dengan bola kuningan berlapis emas tersebut.
Menariknya lagi, sejarah pembuatan trofi ini sangatlah panjang. Penghargaan yang pertama kali diberikan pada tahun 1956 ini merupakan karya dari Mellerio, sebuah rumah perhiasan legendaris asal Paris, Prancis, yang sudah berdiri sejak tahun 1613. Ketelitian tinggi dari pengrajin Prancis inilah yang membuat trofi Ballon d’Or tetap menjadi simbol pencapaian tertinggi yang sangat diidamkan oleh setiap pesepak bola profesional di seluruh dunia.










Tinggalkan komentar