Proyek Raksasa Masela Siap Beroperasi 2029

Proyek Raksasa Masela Siap Beroperasi 2029

55tv.co.id – Kabar gembira datang dari sektor energi nasional. Proyek strategis nasional yang sangat dinantikan, yakni pengembangan LNG Abadi Blok Masela, kini memasuki babak baru yang menjanjikan. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) secara optimistis menargetkan proyek raksasa ini sudah bisa mulai berproduksi pada tahun 2029 mendatang.

COLLABMEDIANET

Proyek yang menelan investasi fantastis mencapai USD22 miliar ini diproyeksikan menjadi tulang punggung baru bagi ketahanan energi Indonesia. Dengan skala pengembangan yang masif, Blok Masela diharapkan mampu menyuplai kebutuhan gas dalam jumlah besar, baik untuk pasar domestik maupun ekspor melalui produk Liquefied Natural Gas (LNG).

Proyek Raksasa Masela Siap Beroperasi 2029
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa pemerintah tengah melakukan berbagai upaya akselerasi agar proyek ini dapat segera memasuki tahap pelaksanaan. Langkah krusial yang telah dicapai adalah keberhasilan penyelesaian pekerjaan Front-End Engineering Design (FEED) yang ditargetkan rampung pada Oktober 2026.

Menariknya, Djoko menyebutkan bahwa proses penyelesaian FEED ini menunjukkan progres yang sangat positif. Pekerjaan teknis tersebut bahkan berhasil diselesaikan tiga bulan lebih awal dari jadwal semula yang diprediksi baru akan tuntas pada akhir tahun ini. Kecepatan ini menjadi sinyal kuat bahwa proyek Masela berjalan di jalur yang tepat.

"Rencana produksi gas dari proyek Abadi ini akan diupayakan mulai beroperasi secepat mungkin. Target kami, jika bisa mulai pada 2029 tentu sangat bagus, atau paling lambat tidak jauh dari akhir tahun 2030," ujar Djoko dalam acara seremoni penyelesaian FEED yang digelar di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Secara teknis, proyek Abadi Masela dirancang memiliki kapasitas produksi gas yang sangat mengesankan, yakni mencapai 1.380 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Dari total volume gas tersebut, sebagian besar akan diolah menjadi LNG dengan kapasitas produksi mencapai 9,5 juta ton per tahun (MTPA).

Namun, manfaat proyek ini tidak hanya berhenti pada sektor ekspor LNG saja. Proyek ini juga memiliki misi penting untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sebanyak 100 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas akan dialokasikan sebagai gas pipa untuk kebutuhan industri dan pembangkit listrik di tanah air. Selain itu, proyek ini juga diprediksi akan menghasilkan kondensat sebanyak 35.000 barel per hari.

Djoko menegaskan bahwa pengembangan Blok Masela memiliki peran yang sangat strategis bagi kedaulatan energi Indonesia. Dengan meningkatnya pasokan gas, Indonesia akan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk mendukung pertumbuhan sektor industri dan memastikan stabilitas pasokan energi bagi masyarakat luas. Melalui proyek ini, Indonesia berpeluang besar memperkuat posisinya dalam peta energi global sekaligus mengamankan kebutuhan energi domestik di masa depan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar