Anindya Bakrie Ungkap Jurus Kadin Dongkrak Investasi: Apa yang Disiapkan?

Related Post
Anindya menekankan bahwa untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%, Indonesia tidak bisa lagi hanya mengandalkan konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah. "Dibutuhkan lonjakan investasi produktif, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk menciptakan lapangan kerja, memperluas produksi, dan memperkuat daya saing," ujarnya, Senin (18/8/2025).

Danantara, sebagai instrumen investasi negara, diharapkan dapat beroperasi secara profesional dan transparan, meniru model sovereign wealth fund (SWF) yang sukses di negara-negara maju. Dengan demikian, alokasi dana APBN dapat lebih difokuskan pada layanan publik vital seperti pendidikan, kesehatan, dan pengembangan infrastruktur. Danantara akan berperan dalam mengelola aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan menarik investasi asing untuk disalurkan ke sektor-sektor produktif, termasuk hilirisasi mineral, energi, pertanian, dan perumahan rakyat.
Anindya menyoroti bahwa kontribusi investasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia saat ini masih berada di kisaran 28-32%, jauh di bawah Tiongkok yang mampu mencapai lebih dari 40%. Data pada Kuartal II-2025 menunjukkan bahwa kontribusi investasi terhadap PDB Indonesia tercatat sebesar 27,8%, sementara belanja masyarakat mencapai 54% dan belanja pemerintah 6,9%.
Meskipun menyatakan kesiapan untuk bermitra, Anindya juga menyampaikan beberapa tantangan yang dihadapi investor di berbagai daerah, termasuk proses perizinan yang lambat, regulasi yang kurang jelas, serta keluhan terkait peran aparat penegak hukum. "Kami menerima banyak keluhan dari Kadin daerah terkait hal ini," ungkapnya. Kadin berharap pemerintah dapat segera mengatasi hambatan-hambatan ini untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar