55 NEWS – Di tengah gejolak harga beras yang membuat resah masyarakat, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan angin segar. Ia memastikan bahwa stok beras nasional dalam kondisi aman dan terkendali, bahkan mencatatkan surplus hingga 3,7 juta ton hingga Oktober 2025. Pernyataan ini disampaikan di tengah berlangsungnya panen raya di berbagai daerah di Indonesia.

Related Post
Mentan Amran menegaskan bahwa surplus beras ini merupakan buah dari kerja keras para petani di seluruh pelosok negeri. "Alhamdulillah, produksi beras kita aman. Ketahanan pangan kita cukup aman. Bahkan, kami mencatat surplus hingga 3,7 juta ton hingga Oktober ini, sesuai dengan data BPS (Badan Pusat Statistik). Ini adalah hasil kerja keras petani. Kenaikan harga ini anomali, dan kami akan perbaiki bersama," ujarnya, Kamis (4/9/2025).

Menanggapi fenomena kenaikan harga beras yang dianggap sebagai anomali, Mentan Amran menyatakan bahwa pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog akan mengintensifkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Langkah ini diharapkan dapat menekan harga beras di pasaran dan memastikan ketersediaan beras terjangkau bagi masyarakat.
Pemerintah berjanji akan menggenjot pasokan beras SPHP ke berbagai saluran distribusi, mulai dari pasar tradisional, ritel modern, hingga warung-warung kecil. Dengan melimpahnya hasil panen, Mentan Amran meyakinkan bahwa tidak ada alasan bagi harga beras untuk terus meroket. "Dengan melimpahnya hasil panen, kami memastikan pasokan beras SPHP akan terus membanjiri pasar. Kami akan menjamin beras dengan harga terjangkau tersedia di pasar tradisional, ritel modern, hingga warung-warung kecil. Tidak ada alasan bagi harga beras untuk naik, karena stok kita sangat aman," tegasnya.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar