55 NEWS – Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kembali menghantam industri dalam negeri. Kali ini, kabar tak sedap datang dari PT Gudang Garam Tbk, salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. Sebuah video yang memperlihatkan suasana haru perpisahan puluhan karyawan di pabrik Gudang Garam, Jawa Timur, viral di media sosial dan memicu beragam reaksi dari warganet.

Related Post
Video tersebut menampilkan para pekerja yang saling bersalaman dan berpelukan, seolah menandakan berakhirnya masa kerja mereka di perusahaan tersebut. Tagar terkait Gudang Garam pun sempat menjadi trending topic di platform X (dulu Twitter), menunjukkan betapa perhatian publik tertuju pada isu ini.

"Perekonomian sedang tidak baik-baik saja. Karyawan Gudang Garam Menceritakan perjalanannya selama di PT Gudang Garam sebelum mengalami PHK Massal pada tahun 2025," tulis sebuah akun X @Info Jateng, yang turut mengunggah video tersebut.
Dalam video yang sama, beberapa karyawan yang terkena dampak PHK menceritakan pengalaman mereka bekerja di Gudang Garam selama belasan tahun. Ungkapan kesedihan dan harapan pun terlontar dari para pekerja yang harus menerima kenyataan pahit kehilangan pekerjaan.
"Bukan hal yang mudah menerima keputusan PHK ini, karena di sinilah saya belajar, bertumbuh, dan menemukan keluarga kedua. Terima kasih untuk semua kenangan, kerja sama, dan persahabatan yang terjalin. Semoga langkah kita semua tetap dimudahkan Tuhan, dan semoga perusahaan terus maju. Selamat tinggal, terima kasih sudah menjadi bagian berharga dalam hidup saya," ujar salah seorang karyawan dalam video tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PT Gudang Garam Tbk terkait alasan di balik PHK massal ini. Namun, kejadian ini menambah daftar panjang perusahaan di Indonesia yang terpaksa melakukan efisiensi di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan. Dampak PHK ini tentu tidak hanya dirasakan oleh para karyawan yang terkena dampak, tetapi juga keluarga mereka dan perekonomian daerah setempat. Masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera memberikan solusi dan dukungan bagi para pekerja yang kehilangan mata pencaharian.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar