Terkuak! Indonesia Punya ‘Senjata Rahasia’ untuk Dominasi Industri Mobil Pintar Dunia, Kadin Bongkar Strategi Jitu di Forum WEF!

Terkuak! Indonesia Punya 'Senjata Rahasia' untuk Dominasi Industri Mobil Pintar Dunia, Kadin Bongkar Strategi Jitu di Forum WEF!

55 NEWS – Indonesia kini menancapkan posisi strategisnya di garis depan revolusi industri otomotif, khususnya dalam pengembangan kendaraan berbasis perangkat lunak atau Software-Defined Vehicles (SDV). Dengan kekayaan mineral kritis yang melimpah, potensi energi terbarukan yang masif, serta bonus demografi yang menjadi aset tak ternilai, Tanah Air memiliki modal kuat untuk tidak hanya menjadi penonton, melainkan pemain utama global. Pernyataan optimis ini dilontarkan oleh Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, yang melihat transformasi ini sebagai peluang emas bagi perekonomian nasional.

COLLABMEDIANET

Anindya menjelaskan, setidaknya terdapat empat pilar utama yang akan mengakselerasi Indonesia menuju rantai nilai yang lebih tinggi dalam ekosistem SDV. Pilar-pilar tersebut meliputi besarnya permintaan domestik yang menjadi pasar potensial, kebutuhan mendesak akan industrialisasi untuk menciptakan nilai tambah, optimalisasi sumber daya alam yang melimpah, serta tekanan global dari perubahan iklim dan urbanisasi yang mendorong inovasi berkelanjutan. Faktor-faktor ini, menurutnya, adalah fondasi kokoh yang membedakan Indonesia dari negara lain dalam perlombaan teknologi otomotif masa depan.

Terkuak! Indonesia Punya 'Senjata Rahasia' untuk Dominasi Industri Mobil Pintar Dunia, Kadin Bongkar Strategi Jitu di Forum WEF!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Dalam pandangannya, transformasi industri otomotif menuju kendaraan berbasis perangkat lunak jauh melampaui sekadar data dan teknologi digital. Ini adalah sebuah ekosistem komprehensif yang menuntut kebutuhan terhadap material maju, sumber energi bersih, serta kemampuan manufaktur berteknologi tinggi. "Ketika kita berbicara mengenai mobil yang menjadi perangkat lunak, kita juga berbicara mengenai sebuah platform, bukan hanya untuk perangkat lunak dan data, tetapi juga untuk ilmu material, mineral kritis, energi, dan tentu saja manufaktur maju," tegas Anindya, seperti dikutip dari 55tv.co.id.

Perspektif visioner Anindya ini disampaikan dalam sesi bertajuk ‘When Cars Became Software’ pada rangkaian 17th Annual Meeting of the New Champions 2026 Summer Davos. Acara bergengsi yang diselenggarakan oleh World Economic Forum (WEF) tersebut berlangsung di Dalian, China, pada Selasa (23/6) waktu setempat, menarik perhatian para pemimpin industri dan ekonomi global terhadap potensi strategis Indonesia.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar