Alarm Ekonomi Berbunyi Keras! Gubernur BI Desak Investor Segera Bergerak, Prediksi Pertumbuhan RI Fantastis di 2026: ‘Ketinggalan Kereta’ Bukan Pilihan!

Alarm Ekonomi Berbunyi Keras! Gubernur BI Desak Investor Segera Bergerak, Prediksi Pertumbuhan RI Fantastis di 2026: 'Ketinggalan Kereta' Bukan Pilihan!

55 NEWS – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, dengan tegas memproyeksikan laju perekonomian Indonesia akan mencapai kisaran 4,9 persen hingga 5,7 persen pada tahun 2026. Optimisme ini disertai dengan peringatan keras bagi para pelaku usaha dan investor: jangan sampai terlena dalam sikap "wait and see", karena risiko tertinggal dari momentum pertumbuhan yang pesat sangat nyata. Perry menekankan bahwa keraguan hanya akan membuat mereka "ketinggalan kereta" dalam perjalanan ekonomi nasional yang semakin melaju.

COLLABMEDIANET

Pernyataan krusial ini disampaikan Perry dalam acara peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) tahun 2025. Dalam kesempatan tersebut, Perry tidak hanya memaparkan evaluasi mendalam terhadap capaian ekonomi sepanjang tahun sebelumnya, tetapi juga merangkum proyeksi strategis untuk masa depan melalui tiga pilar utama yang disingkat "OKS", yakni Optimistis, Komitmen, dan Sinergi. Pilar pertama, Optimistis, menjadi fondasi keyakinan BI bahwa tren positif pertumbuhan ekonomi yang telah terukir di tahun 2025 akan terus berlanjut dan bahkan meningkat.

Alarm Ekonomi Berbunyi Keras! Gubernur BI Desak Investor Segera Bergerak, Prediksi Pertumbuhan RI Fantastis di 2026: 'Ketinggalan Kereta' Bukan Pilihan!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Untuk tahun 2026 ini, kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan bergerak di rentang 4,9 hingga 5,7 persen, dengan titik tengah yang kuat di angka 5,3 persen. Momentum ini bahkan akan semakin menguat pada tahun 2027, di mana kami memproyeksikan pertumbuhan mencapai 5,1 hingga 5,9 persen, dengan titik tengah yang lebih tinggi, yakni 5,5 persen," jelas Perry dalam acara peluncuran LPI pada Rabu, 28 Januari 2026.

Melihat proyeksi pertumbuhan yang menjanjikan ini, Perry mendesak seluruh kalangan pebisnis dan investor untuk segera meninggalkan sikap menanti dan melihat. Ia mendorong mereka untuk segera mengambil langkah ekspansi dan investasi demi menggerakkan roda perekonomian nasional secara lebih agresif. "Berhentilah bersikap ‘wait and see’. Jika Anda terus menunda, Anda akan kehilangan momentum dan tertinggal dari laju perkembangan. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama optimistis bahwa ekonomi Indonesia akan jauh lebih baik," tegasnya, sebagaimana dikutip oleh 55tv.co.id.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar