Alarm Merah di Wall Street: Euforia AI Berbalik Arah, Miliaran Dolar Investasi Kini Dipertanyakan!

Alarm Merah di Wall Street: Euforia AI Berbalik Arah, Miliaran Dolar Investasi Kini Dipertanyakan!

55 NEWS – Bursa saham Wall Street di Amerika Serikat kembali dihadapkan pada tekanan signifikan pada perdagangan Rabu waktu setempat. Indeks-indeks utama merosot tajam, dipicu oleh gelombang aksi jual di sektor teknologi menyusul meningkatnya kekhawatiran investor akan keberlanjutan dan potensi pengembalian dari investasi masif di bidang kecerdasan buatan (AI). Jakarta, 18 Desember 2025 – 55tv.co.id

COLLABMEDIANET

Indeks Nasdaq Composite, yang menjadi barometer saham-saham teknologi, memimpin pelemahan dengan anjlok 1,81% atau setara 418,14 poin, menutup perdagangan di level 22.693,32. Tak ketinggalan, indeks S&P 500 terpangkas 1,16% menjadi 6.721,43, sementara Dow Jones Industrial Average turut terkoreksi 0,47% ke posisi 47.885,97. Penurunan ini menempatkan S&P 500 dan Nasdaq pada titik terendah mereka dalam tiga minggu terakhir, menandakan adanya sentimen negatif yang mendalam di pasar.

Alarm Merah di Wall Street: Euforia AI Berbalik Arah, Miliaran Dolar Investasi Kini Dipertanyakan!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Sentimen negatif yang membayangi pasar utamanya bersumber dari kegelisahan investor terkait besarnya belanja modal (capital expenditure/capex) yang digelontorkan oleh perusahaan-perusahaan teknologi raksasa untuk pengembangan AI. Belanja ini, yang tak jarang dibiayai dengan menambah beban utang, kini mulai dipertanyakan efektivitas dan pengembalian investasinya.

Ross Mayfield, seorang Ahli Strategi Investasi dari Baird Private Wealth Management, mengungkapkan kepada 55tv.co.id bahwa "ada kecemasan yang meresap mengenai perdagangan AI. Penggerak utamanya adalah tingkat pengeluaran modal dan sifat sirkular dari beberapa pengeluaran tersebut, dengan OpenAI berada di pusatnya." Mayfield menambahkan, pasar kini secara intensif mulai mempertanyakan pengembalian investasi (Return on Investment/ROI) dari gelontoran dana fantastis tersebut, terutama menjelang penutupan tahun fiskal.

Di tengah gejolak sektor teknologi, saham-saham energi justru menunjukkan performa yang kontras dengan mencatatkan penguatan. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan harga minyak mentah global. Pemicunya adalah perintah Presiden Donald Trump untuk memblokade seluruh tanker minyak yang terkena sanksi di Venezuela, yang secara langsung memengaruhi pasokan dan mendorong harga komoditas energi ke atas.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar