55 NEWS – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dihadapkan pada tantangan berat di awal pekan ini, Senin (30/3/2026). Setelah menutup perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (27/3), dengan pelemahan signifikan 0,94% ke level 7.097, didorong oleh dominasi aksi jual yang masif, pasar saham domestik diperkirakan masih akan bergejolak di tengah sentimen negatif.

Related Post
Tim riset MNC Sekuritas, dalam laporan harian MNCS Daily Scope yang dikutip oleh 55tv.co.id, mengindikasikan bahwa tekanan jual berpotensi berlanjut dalam jangka pendek. IHSG disebut masih berada dalam fase koreksi teknikal, sehingga berisiko bergerak turun menuju rentang 6.745 hingga 6.887. Analis memperkirakan indeks berada pada bagian dari "wave (v) dari wave [c] dari wave A" pada label hitam, menunjukkan potensi koreksi yang lebih dalam.

Namun, di tengah awan mendung yang menyelimuti pasar, secercah harapan tetap ada bagi para investor. Peluang penguatan signifikan terbuka lebar jika IHSG berhasil menuntaskan fase koreksi saat ini. Dalam skenario terbaik, indeks berpotensi melaju kencang, menembus resistensi dan bergerak naik menuju area 7.450 hingga 7.779. Skenario ini mengasumsikan bahwa "wave A pada label biru" telah selesai, menandakan dimulainya fase penguatan.
Secara teknikal, investor perlu mencermati level support terdekat IHSG yang berada pada kisaran 7.057 dan 6.917 sebagai benteng pertahanan awal. Sementara itu, level resistance krusial yang harus ditembus untuk mengonfirmasi pembalikan arah diperkirakan berada di rentang 7.374 hingga 7.527.
Untuk membantu investor menavigasi volatilitas pasar yang tinggi, MNC Sekuritas melalui 55tv.co.id juga merilis beberapa rekomendasi saham pilihan yang patut dicermati pada perdagangan hari ini:
CUAN – Buy on Weakness
Saham CUAN, yang sempat menguat 2,22% ke 1.150 namun masih dibayangi tekanan jual, direkomendasikan untuk "Buy on Weakness" pada rentang 1.040-1.125. Target harga dipatok di 1.475 dan 1.745, dengan stoploss ketat di bawah 995. Analisis teknikal menunjukkan CUAN berada di akhir "wave 5 dari wave (C) dari wave [A]", mengisyaratkan potensi pembalikan.
DSNG – Buy on Weakness
DSNG menunjukkan performa menarik dengan penguatan 4,58% ke 1.600, disertai volume pembelian yang signifikan. Rekomendasi "Buy on Weakness" diberikan pada 1.560-1.590, dengan target harga 1.670 dan 1.745, serta stoploss di bawah 1.530. Saham ini diperkirakan berada pada bagian dari "wave C dari wave (B)", menandakan potensi kenaikan lanjutan.
UNTR – Buy on Weakness
United Tractors (UNTR) terkoreksi tipis 0,65% ke 30.600, disertai dengan munculnya tekanan jual. Meskipun demikian, rekomendasi "Buy on Weakness" diberikan pada 29.475-30.350. Target harga berada di 31.300 dan 32.000, dengan stoploss di bawah 29.075. UNTR diprediksi berada pada bagian dari "wave (iii) dari wave [v]", yang bisa menjadi titik masuk yang menarik.
AMRT – Sell on Strength
Berbeda dengan saham-saham sebelumnya, saham AMRT yang terkoreksi 0,34% ke 1.455 dengan volume pembelian, justru direkomendasikan "Sell on Strength" pada rentang 1.470-1.520. Analis memperkirakan AMRT masih rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji 1.160-1.345, karena posisinya berada pada bagian dari "wave [v] dari wave 5 dari wave (C)". Investor disarankan untuk berhati-hati dan memanfaatkan kenaikan sesaat untuk mengurangi posisi.
Editor: Akbar soaks


Tinggalkan komentar