55 NEWS – Dewan Energi Nasional (DEN) secara agresif mendorong akselerasi penggunaan kompor listrik dan kendaraan listrik sebagai pilar utama strategi penguatan ketahanan energi nasional. Langkah strategis ini dinilai krusial, terutama mengingat eskalasi ketidakpastian geopolitik global yang berpotensi serius mengganggu stabilitas pasokan energi dunia dan memicu gejolak harga.

Related Post
Anggota DEN, Kholid Syeirazi, menjelaskan bahwa selama ini, ketergantungan Indonesia terhadap impor Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) masih sangat tinggi. Menurutnya, dalam kondisi pasar yang stabil, hal ini mungkin tidak terlalu menjadi perhatian. Namun, ketika krisis geopolitik memanas, dampaknya bisa sangat terasa, mulai dari lonjakan harga yang tak terkendali hingga terhambatnya pasokan.

"Oleh karena itu, Indonesia wajib memperkuat alternatif energi yang bersumber dari dalam negeri. Kompor listrik dan kendaraan listrik adalah dua di antaranya yang memiliki potensi besar," tegas Kholid pada Kamis lalu.
Ia menambahkan, kerentanan sistem energi nasional terhadap gejolak pasar global, khususnya akibat konflik geopolitik, menjadi alasan kuat untuk beralih. Ketergantungan pada impor membuat negara ini rentan terhadap gangguan pasokan dan fluktuasi harga yang ekstrem.
Menurut Kholid, salah satu arah kebijakan energi ke depan adalah menggalakkan elektrifikasi di berbagai sektor, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga transportasi. Transisi energi ini pada akhirnya akan mengarah pada pergeseran masif, di mana kendaraan bermotor secara bertahap beralih dari BBM ke tenaga listrik, sementara kebutuhan memasak di rumah tangga juga didorong untuk menggunakan kompor listrik.
Selain berfungsi mengurangi ketergantungan pada impor energi, inisiatif ini juga selaras dengan upaya diversifikasi energi dan optimalisasi pemanfaatan potensi energi baru terbarukan (EBT) yang melimpah di Indonesia.
"Kita memiliki potensi EBT yang luar biasa besar, seperti energi surya, angin, biofuel, dan sumber energi nabati lainnya. Ini yang ke depan akan menjadi bagian integral dari bauran energi nasional, sehingga target pengurangan emisi karbon dan kemandirian energi dapat tercapai secara simultan," pungkasnya, seperti dikutip 55tv.co.id.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar