55tv.co.id – Dunia pemasaran digital kini penuh tantangan. Perilaku konsumen berubah drastis akibat pesatnya perkembangan teknologi kreator konten dan fragmentasi media digital yang makin terfragmentasi. Menarik perhatian publik bak memegang pasir mudah lepas. Kampanye viral hari ini bisa lenyap esok hari digantikan konten lain yang lebih segar.

Related Post
Di tengah badai persaingan konten ini perusahaan tak cukup hanya mengejar viralitas sesaat. Kunci sukses jangka panjang adalah membangun intellectual property (IP) dan ekosistem konten yang kuat menciptakan ikatan mendalam dengan audiens. Inilah esensi dari tema "Blueprint the Beyond" yang diusung Asia Pacific Marketing Forum (APMF) 2026 sebuah forum bergengsi sejak 2005 yang mengumpulkan para pionir industri untuk merumuskan strategi pemasaran berkelanjutan.

Dalam forum yang digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) pada 5-7 Agustus 2026 itu Co-CEO MNC Group Angela Tanoesoedibjo membawakan sesi bertajuk "Worth Searching For". Ia memaparkan pergeseran paradigma fundamental dalam membangun merek di era digital. Kesuksesan sebuah merek bukan lagi soal seberapa luas kontennya tersebar melainkan sejauh mana merek tersebut mampu menyajikan kisah yang memikat membuat audiens secara sukarela mencari mengikuti dan terus menanti konten-kontennya. Merek harus menjadi magnet bukan sekadar pengirim pesan.
Angela tak ragu berbagi pengalaman pahit transformasi RCTI. Ia mengungkapkan setahun lalu salah satu stasiun televisi terkemuka itu menghadapi masa-masa paling sulit bahkan sempat terlempar dari lima besar untuk segmen pemirsa tertentu. Kisah ini menjadi bukti nyata betapa krusialnya adaptasi dan inovasi dalam strategi membangun merek di tengah gempuran algoritma dan persaingan konten yang kian sengit.










Tinggalkan komentar