Anggaran Rp455 Miliar Terancam Mandek, Mentan Amran Beri Ultimatum Keras: Rehabilitasi Sawah Harus Tuntas dalam Sebulan!

55 NEWS – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melayangkan peringatan keras terkait lambatnya penanganan rehabilitasi lahan persawahan yang terdampak bencana di Sumatera Barat. Saat meninjau langsung lokasi di Desa Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman pada Selasa (14/4/2026), Mentan Amran menyoroti bahwa meskipun alokasi anggaran telah tersedia sejak awal tahun, progres pemulihan di lapangan masih jauh dari optimal.

COLLABMEDIANET

Amran menegaskan bahwa pemerintah pusat telah bergerak sigap sejak awal musibah melanda, termasuk dalam penyaluran berbagai bantuan guna mengakselerasi pemulihan sektor pertanian. Namun, ia menyayangkan implementasi di tingkat daerah yang dinilai masih terhambat oleh kompleksitas birokrasi dan kurangnya koordinasi yang efektif. "Anggaran sudah ada sejak Januari di provinsi. Kami minta provinsi dan kabupaten segera kolaborasi menyelesaikan dalam waktu singkat. Tapi yang kami lihat di lapangan masih lambat," ujar Mentan Amran, seperti dikutip dari 55tv.co.id, Rabu (15/4/2026).

Anggaran Rp455 Miliar Terancam Mandek, Mentan Amran Beri Ultimatum Keras: Rehabilitasi Sawah Harus Tuntas dalam Sebulan!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Pemerintah pusat, lanjut Amran, telah mengucurkan dana signifikan untuk pemulihan di wilayah yang terdampak. Khusus untuk rehabilitasi sawah rusak seluas sekitar 7.000 hektare di Sumatera Barat, seluruh pembiayaan menjadi tanggung jawab penuh pemerintah. "Khusus Sumatera Barat, bantuan dari Kementerian Pertanian mencapai Rp455 miliar. Jadi tidak ada alasan untuk lambat," tegasnya.

Mentan Amran mengidentifikasi bahwa kendala utama dalam penanganan ini bukan terletak pada ketersediaan dana, melainkan pada panjangnya rantai birokrasi serta lemahnya komunikasi antarlevel pemerintahan. Ia menekankan bahwa pencairan anggaran dari pusat telah dilakukan dengan sangat cepat begitu permintaan dari daerah diterima. "Pusat begitu ada permintaan langsung kami cairkan. Tapi di bawah ini mungkin masih berproses terlalu lama. Ini yang harus diperbaiki," pungkasnya, menyerukan perbaikan sistematis agar dana yang dialokasikan dapat segera dimanfaatkan untuk kepentingan petani dan ketahanan pangan.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar