55tv.co.id – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia pada paruh pertama tahun 2026 menunjukkan angka defisit yang mencapai Rp196,5 triliun. Angka ini setara 0,76 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Meski terdengar besar, pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa segera memberikan jaminan bahwa kondisi fiskal negara tetap terjaga dan berada dalam koridor aman.

Related Post
Purbaya menegaskan bahwa kesehatan APBN tetap menjadi prioritas utama. Ia memastikan bahwa defisit anggaran selalu diupayakan di bawah batas maksimal 3 persen dari PDB. "Tahun lalu, defisit APBN berada di kisaran 2,81 persen dari PDB, dan untuk tahun ini, proyeksinya tetap di bawah 3 persen," jelas Purbaya. Ia juga menambahkan bahwa rasio utang pemerintah yang sekitar 40 persen terhadap PDB masih tergolong pruden.

Detail lebih lanjut menunjukkan bahwa angka defisit Rp196,5 triliun pada akhir Juni 2026 ini memang lebih tinggi dibandingkan posisi Mei 2026 yang tercatat Rp180,4 triliun atau 0,70 persen dari PDB. Namun, ada sisi positif yang patut dicermati. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu Semester I 2025, defisit APBN kala itu mencapai 0,84 persen terhadap PDB. Ini berarti, secara tahunan, kinerja defisit APBN 2026 justru menunjukkan perbaikan yang signifikan.
"Defisit APBN Semester I 2026 sebesar Rp196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap PDB ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk menjaga defisit dalam batas aman dan terkendali," ujar Purbaya dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Jakarta, Selasa (7/7/2026).










Tinggalkan komentar