55tv.co.id – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM tengah menggodok regulasi anyar terkait pembelian bahan bakar minyak BBM bersubsidi. Langkah ini diambil untuk mengatasi fenomena antrean panjang di sejumlah SPBU serta mencegah penyalahgunaan konsumsi dari BBM nonsubsidi. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pergeseran perilaku konsumen dari BBM non-subsidi ke subsidi menjadi salah satu pemicu utama kemacetan di SPBU termasuk yang terjadi di Makassar Sulawesi Selatan.

Related Post
Bahlil menegaskan bahwa pengaturan konsumsi BBM bersubsidi sangat krusial demi memastikan distribusinya yang adil dan tepat sasaran. Ia secara khusus mengimbau masyarakat yang memiliki kemampuan finansial lebih dan kendaraan mewah agar tidak memanfaatkan BBM yang disubsidi negara. "Kami sedang merumuskan aturannya. Saya selalu menganjurkan agar saudara-saudara saya yang mampu dan mobilnya bagus tolonglah kita jangan sampai memakai BBM subsidi" ujar Bahlil saat ditemui di Gedung DPR Jakarta beberapa waktu lalu.

Selain perubahan pola konsumsi Bahlil juga menyoroti adanya faktor lain yang berkontribusi pada antrean panjang BBM di Sulawesi Selatan. Ia mengindikasikan bahwa terdapat pihak-pihak tertentu yang sengaja mengantre di SPBU bukan untuk memenuhi kebutuhan pribadi melainkan untuk tujuan lain yang tidak semestinya. Pemerintah bertekad untuk menertibkan praktik-praktik tersebut demi kelancaran penyaluran BBM subsidi kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.










Tinggalkan komentar