55tv.co.id – Di tengah kecanggihan sistem keamanan digital saat ini, sebuah ancaman baru justru mengintai aset kripto Anda bukan dari celah teknologi melainkan dari sisi manusia. Para penjahat siber kini lebih cerdik mereka menyasar psikologi pengguna alih-alih mencoba menembus pertahanan sistem yang kokoh.

Related Post
Modus kejahatan kini semakin canggih memanfaatkan rekayasa sosial phishing hingga teknologi kecerdasan buatan atau AI. Deepfake dan voice cloning menjadi senjata baru untuk memanipulasi identitas dan suara membuka akses ke data serta aset pribadi. Laporan NordStellar mengungkap pembahasan Deepfake-as-a-Service (DFaaS) di forum gelap internet melonjak drastis hingga 39 persen dari Januari sampai Mei 2026 dibanding tahun sebelumnya. Ini menunjukkan betapa mudahnya teknologi penipuan identitas berbasis AI ini diakses dan digunakan.

Tak kalah mengerikan teknologi kloning suara AI kini mampu meniru suara seseorang secara sempurna hanya dengan sampel audio sekitar 10 detik. Ini membuat modus penipuan digital semakin sulit terdeteksi bahkan oleh orang terdekat sekalipun.
Ledy Chief Information Security Officer Indodax menjelaskan bahwa evolusi teknologi keamanan telah mengubah peta ancaman di ranah aset kripto. Jika dulu fokus utama adalah eksploitasi kelemahan sistem kini insiden lebih sering terjadi karena pelaku berhasil memengaruhi keputusan pengguna. Banyak yang masih berpikir ancaman terbesar datang dari peretasan bursa kripto padahal kasus-kasus belakangan menunjukkan pelaku justru mendapat akses karena korban tanpa sadar memberikan informasi penting atau mengklik tautan palsu yang mirip layanan resmi tegas Ledy di Jakarta.










Tinggalkan komentar