55 NEWS – Dunia perbankan kini tengah menghadapi tantangan serius dengan maraknya aksi penipuan (scam) yang semakin canggih. Sekretaris Jenderal Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), Anika Faisal, mengungkapkan adanya dua pola utama scam yang perlu diwaspadai oleh masyarakat. Hal ini disampaikan dalam seminar Insight Talk di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto.

Related Post
Anika menjelaskan, pola pertama adalah unauthorized fraud, yaitu penipuan di mana pelaku kejahatan mengakses data pribadi nasabah tanpa izin. Modusnya beragam, mulai dari peretasan sistem keamanan bank hingga rekayasa sosial yang memanfaatkan kelengahan korban.

Pola kedua yang tak kalah berbahaya adalah authorized fraud. Jenis penipuan ini justru lebih sulit dideteksi karena melibatkan orang yang memiliki akses sah ke data nasabah. Pelaku kemudian menyalahgunakan wewenang tersebut untuk melakukan kejahatan finansial.
"Kalau authorized fraud itu yang bikin repot perbankan. Kenapa? Karena nasabahnya yang ngasih data," ujar Anika. Ia menambahkan, penipuan jenis ini seringkali terjadi karena nasabah kurang berhati-hati dalam menjaga kerahasiaan data pribadi mereka.
Sementara itu, unauthorized fraud biasanya lebih mudah diatasi karena bank memiliki sistem keamanan yang dirancang untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan. "Kalau unauthorized itu nasabahnya tak tahu menahu. Dan itu diprotect dengan tools, tadi kan ATM dikasih kamera," jelasnya.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam menjaga data pribadi mereka. Jangan pernah memberikan informasi penting seperti PIN, password, atau kode OTP kepada siapapun, termasuk pihak yang mengaku dari bank. Selalu verifikasi kebenaran informasi sebelum melakukan transaksi keuangan.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar