55 NEWS – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) secara resmi memulai pembangunan strategis Dermaga II dan peningkatan kapasitas Dermaga I di Pelabuhan Tanjung Kalian, Kabupaten Bangka Barat. Langkah monumental yang dilaksanakan pada Senin, 22 Juni 2026 ini diproyeksikan menjadi katalisator penting bagi konektivitas dan geliat ekonomi di wilayah tersebut, menandai era baru bagi infrastruktur maritim Bangka Belitung.

Related Post
Terletak di ujung barat Pulau Bangka, Pelabuhan Tanjung Kalian memang telah lama dikenal sebagai simpul vital bagi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik. Pelabuhan ini merupakan jembatan penghubung krusial antara Kepulauan Bangka Belitung dengan daratan Pulau Sumatera, menjadikannya aset strategis yang tak tergantikan dalam rantai pasok regional.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa inisiatif pembangunan dan peningkatan kapasitas dermaga ini merupakan manifestasi nyata dari komitmen perusahaan. "Kami bertekad untuk menyajikan layanan transportasi penyeberangan yang tidak hanya semakin andal dan aman, tetapi juga berkelanjutan," ujar Heru dalam keterangan pers yang diterima 55tv.co.id di Jakarta, Selasa (23/6/2026). Ia menambahkan, infrastruktur pelabuhan memegang peranan fundamental sebagai motor penggerak konektivitas dan akselerator pertumbuhan ekonomi regional.
Proyek ini, lanjut Heru, juga dirancang untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan layanan, khususnya saat periode puncak angkutan seperti Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta Lebaran. Dengan demikian, kelancaran arus barang dan penumpang dapat tetap terjaga, meminimalkan potensi bottleneck yang kerap terjadi pada masa-masa tersebut dan menjaga stabilitas ekonomi lokal.
Secara teknis, proyek ambisius ini meliputi pembangunan Dermaga II yang didesain untuk mengakomodasi kapal dengan kapasitas maksimal 1.000 Gross Tonnage (GT), memiliki panjang 58 meter dan lebar 13 meter. Tak hanya itu, Dermaga I juga akan mengalami peningkatan signifikan, sehingga mampu melayani kapal hingga 2.000 GT dengan dimensi panjang 70 meter dan lebar 15 meter. Optimalisasi ini diharapkan dapat memperluas fleksibilitas operasional kapal serta secara drastis meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan, mendukung efisiensi logistik dan pergerakan ekonomi.
Agustinus Cahyo, General Manager ASDP Cabang Bangka, menggarisbawahi peran sentral Pelabuhan Tanjung Kalian sebagai gerbang utama konektivitas. "Lintasan Tanjung Kalian–Tanjung Api-Api, yang dilayani oleh KMP Madani, KMP Mutis, dan KMP Belanak, adalah arteri utama bagi pergerakan masyarakat dan barang," jelas Agustinus. Data menunjukkan, sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, lintasan vital ini telah melayani volume lalu lintas yang substansial, mencapai 76.875 penumpang dan 58.952 unit kendaraan.
Angka-angka tersebut, menurut Agustinus, merupakan indikator kuat akan urgensi penguatan infrastruktur dan peningkatan kapasitas layanan. "Tingginya dinamika aktivitas penyeberangan ini menjadi pendorong utama bagi kami untuk terus berinvestasi demi kelancaran dan efisiensi logistik di masa mendatang," pungkasnya. Dengan demikian, pengembangan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang yang akan mengukuhkan posisi Bangka Barat sebagai hub ekonomi maritim yang prospektif.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar