Bangkit dari Keterpurukan! IHSG Berbalik Arah Setelah Badai Merah, Sinyal Apa yang Dikirim Pasar?

Bangkit dari Keterpurukan! IHSG Berbalik Arah Setelah Badai Merah, Sinyal Apa yang Dikirim Pasar?

55 NEWS – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kejutan di awal perdagangan hari ini, Kamis (25/6/2026). Setelah sempat tertekan di pembukaan, indeks acuan pasar modal Indonesia ini berhasil membalikkan keadaan, menguat tipis setelah kemarin dihantam badai penjualan masif yang membuat investor menahan napas.

COLLABMEDIANET

Pada pukul 09:22 WIB, IHSG tercatat menguat 0,19 persen atau setara 11 poin, mencapai level 5.895. Pergerakan positif ini kontras dengan pembukaan yang sempat melemah, mengindikasikan adanya upaya pasar untuk mencari titik keseimbangan baru. Sejumlah indeks pendukung juga turut menunjukkan performa positif. Indeks LQ45 naik 0,59 persen ke 581,584, IDXLQ45LCL menguat 0,56 persen ke 84,654, sementara IDX30 melonjak 0,73 persen ke 329,638, dan IDX80 naik 0,59 persen ke 87,100.

Bangkit dari Keterpurukan! IHSG Berbalik Arah Setelah Badai Merah, Sinyal Apa yang Dikirim Pasar?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Rebound terbatas ini terjadi setelah IHSG mengalami hari yang sangat berat pada Rabu (24/6/2026). Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup anjlok tajam 3,56 persen atau 217,45 poin, mengakhiri perdagangan di level 5.883,88. Sepanjang hari kemarin, indeks bergerak di zona merah, meskipun sempat dibuka menguat di 6.128,27 dan mencapai puncak harian 6.171,38. Namun, tekanan jual yang masif menyeret indeks hingga menyentuh titik terendah 5.876,93 sebelum penutupan.

Aktivitas perdagangan pada hari sebelumnya mencerminkan sentimen negatif yang kuat di kalangan pelaku pasar. Nilai transaksi mencapai Rp14,73 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 24,11 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1,995 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.315 triliun. Tekanan jual terlihat merata di seluruh sektor, dengan 646 saham ditutup melemah, berbanding jauh dengan hanya 103 saham yang menguat, sementara 210 saham bergerak stagnan, menunjukkan dominasi aksi profit taking atau divestasi.

Penguatan hari ini, meskipun terbatas, memberikan sedikit angin segar bagi investor setelah koreksi mendalam kemarin. Namun, para analis pasar melalui 55tv.co.id mengingatkan bahwa volatilitas masih mungkin terjadi, dan pergerakan IHSG selanjutnya akan sangat bergantung pada sentimen pasar global serta data ekonomi domestik yang akan dirilis. Investor disarankan untuk tetap mencermati dinamika pasar dengan seksama dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan investasi.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar