55tv.co.id – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) kembali menunjukkan taringnya sebagai salah satu emiten perbankan paling royal kepada para investor. Raksasa perbankan milik negara ini secara resmi mengumumkan pembagian dividen interim untuk tahun buku 2026 dengan nilai yang sangat fantastis, yakni mencapai Rp6,16 triliun.

Related Post
Keputusan ini diambil di tengah performa keuangan perusahaan yang terus menunjukkan tren positif dan pertumbuhan yang sangat agresif. Jika ditotal dengan pembagian dividen dari laba tahun buku 2025, maka jumlah dana yang dialokasikan Bank Mandiri untuk para pemegang saham sepanjang kalender 2026 ini menyentuh angka yang sangat masif, yakni sekitar Rp50,63 triliun.

Sebagai rincian, dividen interim tahun 2026 ini akan dibagikan sebesar Rp66 per lembar saham. Langkah ini merupakan bagian dari strategi manajemen untuk memberikan nilai tambah langsung kepada pemegang saham di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Kinerja keuangan Bank Mandiri memang patut diacungi jempol. Berdasarkan data laporan keuangan, perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp56,3 triliun pada tahun buku 2025. Dari total keuntungan tersebut, manajemen sangat dermawan dengan mengalokasikan sekitar Rp44,47 triliun sebagai dividen.
Menanggapi kebijakan ini, pengamat pasar modal memberikan apresiasi tinggi. Head of Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, menilai bahwa kebijakan pembagian laba Bank Mandiri sangat menguntungkan bagi para investor. Menurutnya, rasio pembayaran dividen atau payout ratio BMRI untuk tahun buku 2025 mencapai angka yang sangat tinggi, yakni sekitar 79 persen dari total laba bersih.
"Tingkat pembayaran dividen Bank Mandiri tergolong sangat ramah bagi para pemegang saham. Jika dibandingkan dengan bank-bank besar lainnya, rasio ini termasuk yang paling menarik," ujar Wawan dalam keterangannya, Jumat (2/10/2026).
Lebih lanjut, Wawan menjelaskan bahwa besarnya dividen ini tercermin dari dividend yield atau imbal hasil dividen BMRI yang masih mampu bertahan di level dua digit. Hal ini menjadi daya tarik utama bagi investor jangka panjang yang mencari pendapatan pasif yang stabil dari sektor perbankan. Selain itu, keputusan membagikan dividen interim sebesar Rp66 per saham menjadi sinyal kuat bahwa manajemen sangat percaya diri dengan kesehatan fundamental perusahaan ke depannya.
Kepercayaan diri manajemen tersebut bukan tanpa alasan. Hingga periode Agustus 2026, Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan bisnis yang sangat solid. Sektor penyaluran kredit mengalami lonjakan sebesar 17,6 persen secara tahunan (year-on-year). Tidak hanya kredit, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh selaras di angka 17,6 persen.
Pertumbuhan operasional yang kuat ini berdampak langsung pada profitabilitas. Laba bersih perseroan selama delapan bulan pertama tahun 2026 tercatat melonjak signifikan sebesar 22,3 persen. Dengan fundamental yang semakin kokoh, Bank Mandiri diprediksi akan terus menjadi motor penggerak di sektor keuangan nasional.










Tinggalkan komentar