Bukan PHK Massal! Krakatau Steel Guncang Industri dengan ‘Jabat Tangan Emas’ Rp4,9 Triliun: Apa Makna Sebenarnya di Balik Langkah Berani Ini?

Bukan PHK Massal! Krakatau Steel Guncang Industri dengan 'Jabat Tangan Emas' Rp4,9 Triliun: Apa Makna Sebenarnya di Balik Langkah Berani Ini?

55 NEWS – Di tengah bayang-bayang isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang kerap menghantui korporasi, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk justru mengambil langkah strategis yang jauh berbeda: menerapkan kebijakan ‘golden handshake’ (GSH). Bukan sekadar efisiensi biasa, langkah ini merupakan bagian integral dari program restrukturisasi dan penyehatan perseroan yang ambisius, didukung suntikan dana signifikan mencapai Rp4,9 triliun atau setara USD295 juta.

COLLABMEDIANET

Berdasarkan informasi yang dihimpun 55tv.co.id dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), pendanaan tersebut berasal dari pinjaman pemegang saham (shareholder loan) PT Danantara Aset Management. Alokasi dana pinjaman tersebut terperinci: Rp4,2 triliun dialokasikan untuk modal kerja, sementara Rp753 miliar sisanya didedikasikan untuk program efisiensi, termasuk implementasi golden handshake dan penyehatan dana pensiun karyawan. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat likuiditas perusahaan, menekan biaya produksi secara signifikan, serta menjadi katalisator bagi pemulihan operasional dan akselerasi program hilirisasi industri baja nasional.

Bukan PHK Massal! Krakatau Steel Guncang Industri dengan 'Jabat Tangan Emas' Rp4,9 Triliun: Apa Makna Sebenarnya di Balik Langkah Berani Ini?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Kebijakan ‘jabat tangan emas’ ini juga selaras dengan visi Danantara, yang menunjukkan pemahaman mendalam akan dinamika industri baja global yang sangat kompetitif dan urgensi untuk membangun organisasi yang lebih lincah dan adaptif.

Pakar human capital, Arif Murti Rozamuri, menyoroti pentingnya konsep Golden Handshake (GSH) atau pensiun dini dalam konteks manajemen sumber daya manusia (SDM) modern. Menurut Arif, pendekatan ini krusial untuk penataan ulang fundamental yang berorientasi pada keberlanjutan bisnis jangka panjang. "Inilah yang membedakan secara fundamental antara GSH yang diterapkan Krakatau Steel dengan PHK massal pada umumnya," jelas Arif kepada 55tv.co.id.

Ia melanjutkan, PHK massal lazimnya menjadi pilihan terakhir bagi perusahaan yang berada di ambang kebangkrutan atau pailit. Sebaliknya, GSH justru diimplementasikan oleh korporasi yang bertekad untuk bertransformasi dan melakukan restrukturisasi guna mendongkrak performa perusahaan. "Jika perusahaan yang memberlakukan GSH seperti Krakatau Steel kemudian mengisi posisi-posisi strategis dengan tenaga profesional baru, itu adalah indikasi kuat upaya pembenahan organisasi yang bertujuan membawa perusahaan seperti KS melaju lebih pesat dan kompetitif," pungkas Arif.

Dengan demikian, kebijakan Golden Handshake Krakatau Steel bukan sekadar langkah efisiensi biasa, melainkan sebuah manuver strategis yang dirancang untuk membangun fondasi perusahaan yang lebih kuat, efisien, dan siap bersaing di kancah industri baja global.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar