55 NEWS – Di tengah eskalasi ketegangan global akibat Perang Iran 2026, Indonesia dihadapkan pada ancaman yang melampaui sekadar gejolak ekonomi seperti lonjakan harga minyak mentah atau tekanan fiskal terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sebuah bahaya yang lebih subtil namun berpotensi fatal mulai mengemuka: risiko hilangnya posisi strategis Indonesia dalam radar perhatian dunia.

Related Post
Fenomena krusial ini disoroti oleh Peneliti Pusat Studi Politik dan Sosial Emaridial Ulza, yang dalam laporan strategis terbarunya memperkenalkan istilah "jebakan ketidaklihatan strategis" (strategic invisibility trap). "Ini bukan soal Indonesia dipandang buruk atau negatif di mata global, tetapi justru tidak hadir sama sekali dalam persepsi dan diskursus internasional," jelas Emaridial dalam laporannya yang dirilis Senin (6/4/2026).

Laporan komprehensif setebal lebih dari 35 halaman tersebut, yang disusun berdasarkan analisis ratusan sumber internasional, menggarisbawahi realitas di era arus informasi super cepat: negara yang gagal membangun dan mempertahankan narasi yang kuat di panggung global cenderung tidak diperhitungkan. Konsekuensinya meluas, mencakup berbagai aspek mulai dari daya tarik investasi, efektivitas diplomasi, hingga kapasitas dalam pengambilan keputusan strategis di tingkat internasional.
Dampak dari kondisi ini, menurut Emaridial, jauh melampaui sekadar persoalan citra. Ia dapat merambat ke sektor-sektor vital yang seringkali luput dari perhatian. Salah satu dampak paling signifikan adalah potensi penurunan investasi asing langsung (FDI). Dalam perspektif pemasaran internasional dan neurosains keputusan kolektif, investor global tidak hanya merespons data ekonomi makro yang kering, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh narasi yang secara konsisten muncul dan tertanam dalam ingatan publik.
"Negara yang tidak proaktif dalam membangun narasi yang relevan dan menarik akan kehilangan perhatian, meskipun secara fundamental memiliki kekuatan ekonomi yang solid," tegas Emaridial, yang juga merupakan Founding Director Global Trust Intelligence (GTI), memperingatkan tentang urgensi Indonesia untuk segera mengatasi jebakan tak terlihat ini sebelum terlambat.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar