55tv.co.id – Pekan perdagangan yang baru saja usai menyisakan duka mendalam bagi pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan IHSG secara mengejutkan terjun bebas selama lima hari berturut-turut, memicu kekhawatiran serius di kalangan investor. Kerugian triliunan rupiah tak terhindarkan, membuat valuasi pasar ikut ambruk.

Related Post
Data resmi dari Bursa Efek Indonesia BEI menunjukkan bahwa IHSG menutup periode 14 hingga 18 September 2026 dengan pelemahan signifikan 1,53 persen. Angka penutupan berada di level 6.441,159, jauh di bawah posisi pekan sebelumnya yang masih bertengger di 6.541,377. Penurunan ini menjadi sinyal merah bagi stabilitas pasar.

Sekretaris Perusahaan BEI Elsierra Putri Yosita membenarkan bahwa sejumlah indikator utama pasar saham nasional mengalami tekanan hebat. Seiring dengan kemerosotan IHSG, nilai kapitalisasi pasar BEI ikut menyusut drastis. Tercatat, Rp180 triliun lenyap dalam sepekan, membuat total kapitalisasi pasar kini hanya Rp11.266 triliun dari sebelumnya Rp11.446 triliun.
Aktivitas transaksi harian di lantai bursa juga tak luput dari dampak negatif. Rata-rata nilai transaksi harian anjlok 6,95 persen, kini hanya mencapai Rp15,22 triliun dari Rp16,36 triliun. Tak hanya itu, frekuensi transaksi harian terkoreksi 14,73 persen menjadi 1,89 juta kali, sementara volume transaksi harian ambruk 20,71 persen menjadi 28,61 miliar lembar saham.
Di tengah gejolak ini, pemodal asing menunjukkan sinyal jual yang kuat. Pada penutupan perdagangan Jumat 18 September 2026 investor asing mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp1,79 triliun. Angka ini menambah panjang daftar akumulasi jual bersih investor asing sepanjang tahun 2026 yang kini telah menembus angka fantastis Rp74,36 triliun. Kepergian modal asing ini tentu menjadi perhatian serius bagi prospek pasar ke depan.










Tinggalkan komentar