Cara Baru Cairkan Bansos Pakai Scan Wajah

Cara Baru Cairkan Bansos Pakai Scan Wajah

55tv.co.id – Pemerintah tengah menyiapkan terobosan besar dalam sistem penyaluran bantuan sosial (bansos) guna memastikan bantuan tersebut tepat sasaran. Salah satu langkah strategis yang sedang digodog adalah penerapan teknologi biometrik berupa pemindaian wajah atau face recognition. Langkah ini diambil untuk meminimalisir risiko salah sasaran serta memastikan bahwa penerima manfaat adalah benar-benar warga yang berhak menerima bantuan.

COLLABMEDIANET

Selain fokus pada akurasi penyaluran bansos, pemerintah juga tengah mengupayakan perluasan akses perbankan bagi masyarakat Indonesia. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, memberikan saran penting terkait program pemberian rekening gratis bagi warga yang telah memasuki usia 17 tahun ke atas. Ia menekankan pentingnya penggunaan data Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) sebagai basis utama dalam proses penyaringan calon penerima program tersebut.

Cara Baru Cairkan Bansos Pakai Scan Wajah
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menurut Tito, penggunaan data Dukcapil sangat krusial karena tingkat akurasinya yang sangat tinggi. Database Dukcapil saat ini telah mencakup sekitar 98 persen penduduk Indonesia dengan informasi yang sangat detail. Data tersebut tidak hanya mencakup nama dan alamat, tetapi juga sudah dilengkapi dengan rekaman wajah hingga sidik jari. Dengan kelengkapan data ini, pemerintah dapat melakukan pemadanan data secara presisi, mulai dari skala nasional hingga ke tingkat desa.

"Dari data yang ada di Danantara, tercatat baru sekitar 170 juta penduduk yang sudah memiliki rekening perbankan. Oleh karena itu, kami menyarankan penggunaan data Dukcapil untuk memetakan warga yang belum tersentuh layanan perbankan," ujar Tito dalam sebuah acara di Jakarta.

Melalui integrasi data ini, pemerintah berharap dapat mengidentifikasi secara akurat siapa saja warga berusia di atas 17 tahun yang belum memiliki akses ke perbankan. Dengan metode by name, by address, pemerintah tidak lagi hanya mengandalkan sampel data, melainkan bisa membedah kebutuhan perbankan per provinsi, kabupaten, hingga kota secara mendetail.

Di sisi lain, transformasi digital ini juga menyentuh aspek penyaluran bantuan sosial. Penggunaan teknologi face recognition atau pengenalan wajah akan menjadi garda terdepan dalam proses verifikasi. Dengan sistem ini, identitas penerima bantuan akan dicocokkan secara langsung dengan data biometrik yang ada di Dukcapil.

Langkah digitalisasi ini diharapkan dapat menutup celah kecurangan, seperti penggunaan identitas palsu atau penerima fiktif yang selama ini sering menjadi kendala dalam distribusi bantuan. Saat ini, pemerintah sedang berada dalam tahap awal untuk mengintegrasikan sistem biometrik tersebut agar penyaluran bantuan sosial di masa mendatang menjadi lebih transparan, cepat, dan akurat.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar