55tv.co.id – Sebuah gebrakan besar diumumkan oleh Badan Pengelola Investasi Danantara BPI yang berencana merombak total lanskap perusahaan milik negara Indonesia. Ratusan entitas BUMN baik anak maupun cucu perusahaan dipastikan akan tamat demi efisiensi dan tata kelola yang lebih ramping.

Related Post
CEO Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa dari total 1.074 perusahaan BUMN yang ada saat ini, jumlahnya akan dipangkas drastis hingga menyisakan sekitar 200 perusahaan saja. Ini berarti sekitar 874 entitas bisnis akan mengalami restrukturisasi melalui berbagai skema seperti penggabungan divestasi likuidasi atau konsolidasi. Target ambisius ini diharapkan tercapai pada Agustus 2026.

Langkah perampingan ini bukan tanpa alasan. Rosan menjelaskan bahwa konsolidasi menjadi kunci utama untuk menyederhanakan struktur usaha BUMN yang selama ini dinilai terlalu gemuk dan kurang efisien. Salah satu contoh nyata adalah penggabungan perusahaan manajemen aset. Sebelumnya setiap bank dan lembaga keuangan di bawah naungan BUMN memiliki unit manajemen asetnya sendiri. Kini entitas-entitas serupa tersebut akan disatukan demi optimalisasi kinerja dan sumber daya.
Pengumuman mengenai rencana strategis ini disampaikan Rosan dalam konferensi pers terkait Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara RAPBN serta Nota Keuangan 2027 di Jakarta. Inisiatif Danantara ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem BUMN yang lebih tangguh kompetitif dan berorientasi pada nilai tambah bagi negara.










Tinggalkan komentar