Data Beras Cipinang ‘Ajaib’! Mentan Geram, Negara Siap Gempur Mafia Pangan?

Data Beras Cipinang 'Ajaib'! Mentan Geram, Negara Siap Gempur Mafia Pangan?

55 NEWS – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dibuat geram oleh anomali data distribusi beras yang terjadi di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur. Mentan mencurigai adanya indikasi permainan kotor yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu untuk mengeruk keuntungan pribadi dengan cara memanipulasi data.

COLLABMEDIANET

Kejanggalan ini mencuat setelah Mentan menemukan fakta bahwa pada tanggal 28 Mei 2025, terjadi lonjakan drastis dalam pendistribusian beras, mencapai angka 11.410 ton dalam satu hari. Padahal, menurut catatan, arus masuk dan keluar beras di PIBC cenderung stabil, dengan rata-rata sirkulasi harian berkisar antara 2.000 hingga 3.000 ton.

 Data Beras Cipinang 'Ajaib'! Mentan Geram, Negara Siap Gempur Mafia Pangan?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Kami sudah berkoordinasi dengan Mabes Polri, dan tim akan segera turun tangan. Kita tidak boleh membiarkan konsumen dan produsen menjerit. Petani menjerit karena harga jual di bawah Harga Pokok Penjualan (HPP), sementara konsumen menjerit karena harga beli di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Keduanya harus kita lindungi," tegas Mentan saat ditemui di kediamannya di Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (4/6/2025).

Mentan menduga kuat bahwa ada peran pihak perantara (middleman) yang bermain curang, menyebabkan harga di tingkat petani terus merosot, sementara harga di tingkat konsumen justru melambung tinggi. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan celah sedikit pun bagi para mafia untuk menjalankan aksinya.

"Kita harus berkolaborasi, negara harus kuat. Negara tidak boleh kalah dari mafia. Ini adalah garis yang tegas," tandasnya. Mentan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan seluruh elemen masyarakat untuk memberantas praktik-praktik ilegal yang merugikan petani dan konsumen.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar