Dolar Menggila Rupiah Terpuruk Parah

Dolar Menggila Rupiah Terpuruk Parah

55tv.co.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menunjukkan pelemahan signifikan pada penutupan perdagangan hari ini. Sempat menyentuh level psikologis Rp18.000 per dolar AS, mata uang Garuda akhirnya terperosok 32 poin atau sekitar 0,18 persen, mengakhiri hari di posisi Rp17.995 per dolar AS. Kondisi ini memicu kekhawatiran di pasar keuangan.

COLLABMEDIANET

Menurut analisis pakar pasar uang Ibrahim Assuaibi, salah satu pemicu utama gejolak ini adalah memanasnya tensi geopolitik global. Serangan rudal dan drone Rusia yang menggempur ibu kota Ukraina, Kyiv, pagi ini, menjadi sorotan tajam. Rentetan serangan Moskow tersebut terjadi menjelang Konferensi Tingkat Tinggi NATO di Turki, yang rencananya akan dihadiri oleh Presiden AS Donald Trump. Ledakan keras terdengar di berbagai penjuru pusat kota, dengan laporan warga terjebak di gedung-gedung apartemen yang rusak akibat gempuran rudal balistik dan drone.

Dolar Menggila Rupiah Terpuruk Parah
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Selain konflik di Eropa Timur, risiko geopolitik di sekitar Selat Hormuz juga terus menjadi fokus utama para pelaku pasar. Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa sinyal yang saling bertentangan dari Washington dan Teheran terkait keamanan serta pengelolaan jalur perairan strategis tersebut masih menyelimuti pasar. Meskipun Presiden AS Donald Trump sempat menyatakan bahwa Iran telah menyetujui "hampir semua yang dibutuhkan", para pejabat Iran bersikeras tidak akan melepaskan pengaruhnya atau menerima syarat terkait akses pelayaran di jalur vital tersebut.

Pesan yang ambigu ini menciptakan ketidakpastian tinggi, membatasi penurunan harga minyak mentah meskipun Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan produsen Teluk lainnya terus memulihkan ekspor melalui Selat Hormuz. Ketidakpastian global inilah yang pada akhirnya turut menekan performa rupiah di hadapan mata uang Paman Sam.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar