55 NEWS – JAKARTA – Spekulasi mengenai potensi perombakan kabinet, khususnya di pos Menteri Keuangan, kembali mencuat. Namun, kabar yang menyebutkan ekonom senior Chatib Basri ditawari jabatan strategis tersebut oleh Presiden Prabowo Subianto, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, dengan tegas dibantah oleh yang bersangkutan.

Related Post
Pernyataan klarifikasi itu disampaikan Chatib Basri kepada awak media setelah menyelesaikan pertemuan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (9/6/2026) malam. Dengan nada santai namun tegas, mantan Menteri Keuangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu menepis rumor tersebut. "Tidak ada [tawaran]. Ini kita justru membahas isu-isu fundamental ekonomi," ungkapnya, mengindikasikan bahwa agenda pertemuan berfokus pada diskusi kebijakan makro.

Dalam kesempatan yang sama, Chatib Basri juga sempat menyinggung perihal dinamika nilai tukar rupiah yang belakangan menjadi sorotan. Namun, ia memilih untuk tidak mengelaborasi lebih jauh, mengisyaratkan bahwa poin-poin penting telah dibahas dalam pertemuan tertutup. "Penjelasan mengenai hal tersebut sudah disampaikan di dalam," jelasnya singkat. Ketika didesak mengenai pandangannya terhadap potensi dampak kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) terhadap penguatan mata uang Garuda, Chatib dengan bijak mengarahkan pertanyaan tersebut kepada otoritas moneter. "Untuk detailnya, silakan langsung tanyakan kepada Gubernur Bank Indonesia, Bapak Perry Warjiyo," imbuhnya.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar